Sabtu, 25 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Presiden Ukraina: Kami Tidak Akan Meletakkan Senjata

Dalam video berdurasi 39 detik itu, Presiden Zelensky tampak berada di luar bangunan kantornya di ibu kota Kiev.

Editor: Alfons Nedabang
ANTARA/REUTERS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy 

POS-KUPANG.COM - Di tengah pergerakan pasukan Rusia yang semakin menekan ibu kota negara Kiev, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah dan tidak akan meninggalkan negaranya.

Presiden Zelensky mengatakan ia bakal tetap berada di Kiev.

Pernyataan itu diungkapkan Presiden Zelensky lewat pesan video yang diunggah di akun twitter resminya, Sabtu 26 Februari 2022.

Dalam video berdurasi 39 detik itu, Presiden Zelensky tampak berada di luar bangunan kantornya di ibu kota Kiev.

Baca juga: Vladimir Putin Bersumpah Bakal Hancurkan 2 Negara Ini Jika NATO Lakukan Hal Ini Demi Bantu Ukraina

"Kami [Ukraina] tidak akan meletakkan senjata kami, kami akan membela negara kami," tegas Presiden Zelensky, sebagaimana dikutip dari Reuters.

The Kyiv Independent melaporkan dalam video tersebut Presiden Zelensky juga mencoba meluruskan disinformasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, banyak kabar bohong yang mengatakan ia meminta militer Ukraina untuk meletakkan senjata dan melakukan evakuasi.

Sebelumnya, Amerika Serikat dikabarkan sudah menawarkan proses evakuasi untuk Zelensky. Namun, tawaran itu ditolak Presiden Zelensky. Ia menekankan, pertempuran ada di Tanah Airnya.

Baca juga: Vladimir Putin Dapat Menggunakan Senjata Nuklir di Ukraina

"Pertarungan ada di sini," tutur Presiden Zelensky, seperti yang disampaikan oleh seorang senior intelijen Amerika, dikutip dari AP News, Sabtu 26 Februari 2022.

Orang nomor satu Ukraina itu menyebut saat ini yang paling ia butuhkan adalah bantuan amunisi anti-tank dan persenjataan, bukan 'tumpangan'.

Ia juga telah menyerukan gencatan senjata dan memperingatkan warganya untuk tetap teguh dan terus melawan pengepungan sebagai penentu masa depan Ukraina.

Dari langkah invasi penuh sejak Kamis 24 Februari 2022 yang dilakukan Putin, terlihat tanda-tanda yang semakin meyakinkan bahwa Rusia mungkin berusaha menggulingkan pemerintah Ukraina. Hal itu juga diyakini oleh AS.

Baca juga: Vladimir Putin Diskors Oleh Federasi Judo Internasional di Tengah Invasi Ukraina

"Malam ini kita harus berdiri teguh. Nasib Ukraina sedang diputuskan sekarang," tegas Presiden Zelensky.

Presiden Zelensky sendiri mengklaim segera mendapat bantuan dari 'mitra' Barat untuk melawan pasukan Rusia. Ia memastikan mitra Barat sedang mengirim senjata untuk membantu mempertahankan Kiev.

Presiden Zelensky mengaku juga telah berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved