Berita Kupang Hari Ini

Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Fatululi Jalani Tes Swab Antigen

Sebanyak 23 warga terdampak banjir yang mengungsi di salah ruangan belakang GPdI Menara Kesaksian menjalani tes Swab Antigen

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Salah satu warga terdampak banjir dari RT 23 Kelurahan Fatululi menjalani tes Swab Antigen di ruangan belakang Gereja GPdI Menara Kesaksian, Kamis 24 Februari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebanyak 23 warga terdampak banjir yang mengungsi di salah ruangan belakang GPdI Menara Kesaksian menjalani tes Swab Antigen, Kamis 24 Februari 2022.

Warga yang didominasi perempuan dan anak tersebut berasal dari RT 23 RW 07 Kelurahan Fatululi yang rumahnya terendam air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Petugas kesehatan dari Dinkes dan Puskesmas setempat melakukan tes swab pada setiap warga yang berada di lokasi pengungsian.

Sedangkan warga lain menunggu giliran sambil menjaga anak serta beberapa lainnya tampak berbaring dan istirahat.

Baca juga: Badan Penanggulangan Bencana Kupang Distribusi Logistik Warga Terdampak Banjir di Desa Naitae

Sedangkan beberapa anak juga tampak bermain di sekitar ruang pengungsian demi mengusir rasa jenuh.

Lurah Fatululi, Fremi Dae mengatakan pihaknya mencatat wilayah terdampak banjir di RT 21, RT 22, dan RT 23.

Dari tiga wilayah terdampak, yang terparah di RT 23 dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa sehingga rumah warga terendam.

"Letak pemukiman warga terdampak banjir tepat di belakang gedung Gereja GPdI Menara Kesaksian, sehingga kami meminta izin kepada Pendeta GPdI Menara Kesaksian untuk menggunakan ruangan di bagian belakang sebagai tempat warga mengungsi sampai air surut," ungkap Lurah Fremi.

Baca juga: Terdampak Banjir, Warga Kota Ende Kesal Belum Ada Respon Pemerintah

Dari 117 jiwa yang terdampak banjir, hanya 23 orang perempuan, anak dan lansia saja yang mengungsi, sedangkan warga lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing.

Terkait lama warga mengungsi menyesuaikan dengan kondisi cuaca, jika curah hujan sudah berkurang dan air surut, maka warga sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Selain mengantisipasi bencana alam, Pemerintah juga mengantisipasi agar warga terhindar dari penularan Covid-19.

"Kami juga mencegah bahaya penularan Covid-19 melalui tes swab antigen terhadap warga yang mengungsi, serta memakai masker di tempat pengungsian," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved