Berita Kota Kupang Hari Ini

Tidak Ada Makluk Halus Gentayangan di Jembatan Liliba 

Gerson salah satu warga yang membuka usaha berupa kamar Kos Biru di areah jembatan Liliba

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Kawasan Jembatan Liliba di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Adrianus Dini 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Jembatan Liliba di Kota Kupang kerap dikejutkan dengan peristiwa orang bunuh diri. Berbagai peristiwa yang saban tahun terjadi, kemudian orang mengatakan jembatan Liliba angker karena ada makluk halus gentayangan.

Penilaian orang soal keangkeran Jembatan liliba ini dibantah Gerson, salah satu warga yang membuka usaha berupa kamar Kos Biru di areah jembatan Liliba.

"Beta (saya) tinggal di sini sudah 8 tahun lebih, tetapi beta rasa aman-aman saja. Sonde (tidak) ada setan di sini," ketus Gerson, yang rumahnya bersebelahan dengan jembatan Liliba, Sabtu 12 Februari 2022.

Baca juga: 21 Gembok Cinta Hiasi Dinding Pembatas Jembatan Liliba

Gerson menuturkan, selama ini anak-anak kos tidak pernah menceritrakan soal keangkeran area Jembatan Liliba. Apabila angker tentu dirinya tidak akan membuka usaha di area tersebut, apalagi setiap Pukul 24.00 Wita dirinya melintasi jembatan itu.

"Anak-anak kos sonde pernah cerita kalau ada hal-hal aneh di sini. Kalau angker tidak mungkin ada anak-anak yang mau kos di sini. Beta juga biasa Pukul 24.00 Wita  lewat ini jembatan, tapi tidak ada kejadian-kejadian yang aneh", jelas Gerson.

Dirinya menduga mungkin dulu masyarakat pernah mendengar cerita yang berkembang bahwa jembatan ini angker. Tetapi bagi Gerson, itu tidak benar.

Baca juga: Akibat Tanah Longsor di Flobamor III, Kelurahan Liliba-Kupang, Dua Unit Bangunan Rubuh 

"Beta rasa itu tidak benar. Beta tiap hari di sini. Tidak pernah ada gangguan yang aneh-aneh. Masyarakat takut dengan mereka pun pikiran sendiri. Mereka dengar cerita yang belum tentu benar tetapi mereka su buat seolah-olah itu benar. Su begitu mereka sebarkan bilang ini jembatan angker. Makanya banyak orang yang terpengaruh," ucapnya.

Satu hal lagi, tegas Gerson, kalau Jembatan Liliba angker tentu tidak mungkin betah dan  bertahan membuka usaha di kawasan tersebut.

"Beta rasa aman-aman saja makanya beta pun usaha masih tetap ada di sini sampai sekarang. Kalau ada orang yang bunuh diri di ini jembatan itu karena mereka ada masalah tertentu. Bukan karena ada setan atau bayangan hitam yang tarik mereka," ketusnya.

Baca juga: Siswi Terjatuh dari Jembatan Liliba Kupang Alami Halusinasi, Selamat Berkat Tas Nyangkut Batu Karang

Gerson menuturkan, dirinya saban hari selalu melewati  area jembatan, kadang membersihkan rumput liar di kolong jembatan juga bahkan malam-malam dirinya masih lalu lalang di jembatan tetapi aman-aman saja tidak rasa seperti ada setan.

"Dulu sekitar dua tahun lalu beta dengan anak-anak kos pernah selamatkan satu perempuan muda yang mau bunuh diri. Kami tanya-tanya ternyata ada masalah dengan pacarnya. Nona ini sudah hamil tetapi pacarnya tidak mau tanggung jawab," jelas Gerson.

Menurut Gerson, mereka yang bunuh diri di jembatan karena ada masalah berat yang mereka sendiri bingung selesaikan. Karena itu mereka selesaikan dengan buang diri dari jembatan sehingga tidak ada hubungan dengan jembatan angker atau ada bayangan hitam.

"Beta berharap pemerintah kasih tinggi lagi jaring besi di sisi kiri dan kanan jembatan supaya anak-anak atau siapa saja kalau ada masalah tidak bisa panjat jembatan untuk buang diri," usul Gerson.(CR12)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved