Kronologi Penangkapan Briptu Christy di Arena Biliar Hotel, Check In Pakai Nama Orang Lain
Ada 4 orang petugas, semuanya tidak mengenakan seragam, hanya berpakaian preman.
Front Office Manager Grand Kemang Hotel Zahran mengatakan, penangkapan pada Senin siang itu adalah hari kedua setelah Briptu Christy check-in di hotel tersebut.
"Kalau kejadiannya itu hari kedua (menginap)," kata Zahran.
Ia mengatakan Briptu Christy menginap di hotel tersebut sejak Minggu (6/2). Seharusnya ia check-out pada Senin keesokan harinya.
Namun kata Zahran, yang bersangkutan melakukan perpanjangan waktu menginap. Hingga akhirnya pada Senin siang sang polwan diciduk oleh tim propam.
"Check-in hari Minggu, check-outnya hari Senin, dia extended sehari," ucap Zahran.
Bersama Seorang Laki-laki
Penangkapan oleh tim Propam Polda Sulawesi Utara terjadi pada hari kedua Briptu Christy menginap di Hotel Grand Kemang.
"Kejadiannya (penangkapan) itu hari kedua (menginap)," kata Front Office Manager Grand Kemang Hotel, Zahran kepada Tribunnews, Kamis 10 Februari.
Ia menyebut Briptu Christy menginap di hotel tersebut sejak Minggu 6 Februari.
Seharusnya polwan cantik itu check-out pada Senin keesokan harinya. Namun kata Zahran, yang bersangkutan melakukan perpanjangan waktu menginap.
Selama di Hotel Grand Kemang Briptu Christy ternyata pernah terlihat oleh pihak hotel bersama seorang laki-laki di area swimming pool atau kolam renang hotel, sebelum akhirnya ia ditangkap.
Namun Chief Security Grand Kemang Hotel, Djumin tidak menjelaskan secara detail identitas laki-laki tersebut.
"Di swimming pool itu ada temannya laki-laki, gitu saja satu orang," ungkap Djumin kepada Tribunnews.com.
Ia menduga laki-laki itu adalah teman Briptu Christy. Namun di sisi lain ia juga tidak dapat memastikan apakah Briptu Christy menginap seorang diri atau tidak. Yang pasti katanya, saat check-in untuk kamar yang ditempati oleh Briptu Christy, tertulis atas nama orang lain.
"Jadi pada saat itu check-in-nya itu bukan atas nama orang lain, tetapi di swimming pool itu ada temannya laki-laki, gitu aja, satu orang," ucap Djumin.
Djumin juga enggan menyebutkan nama siapa yang terigester dalam buku tamu saat check-in untuk kamar Briptu Christy tersebut.
"Makanya kita tidak mendeteksi dan kita juga tidak terlalu mengikuti perkembangan yang viral itu dia mukanya juga kita enggak terlalu tahu waspadai, apalagi check innya pakai nama orang," ucap Djumin. (tribun network/riz/dod)