Kondisi Terkini Dokter Irene Atte Usai Dioperasi 2 Jam Pasang Selang di Lambung
DOKTER Irene Atte telah menjalani operasi selama 2 jam di RS Siloam, Selasa 25 Januari 2022 mulai pukul 16.00.
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dokter Irene Atte telah menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang, Selasa 25 Januari 2022, pasca tak sadarkan diri.
Operasi berlangsung selama dua jam, dimulai pukul 16.00 Wita.
Adik kandung dr Irene Atte, Ina Atte mengatakan, operasi berjalan lancar. Dia menyampaikan bahwa hingga Rabu 26 Januari 2022, kesadaran Irene Atte belum baik, namun tangannya sudah mulai bergerak.
"Usai Operasi sampai sekarang, dokter Irene masih di kamar ICU, belum sadar penuh tapi tadi tangannya sudah bergerak aktif sekali," kata Ina Atte ketika dikonfirmasi via telepon, Rabu sore.
"Mungkin karena masih pengaruh obat bius sehingga belum bisa buka mata," tambahnya
Ina Atte menjelaskan, sejak Rabu pagi dia bersama keluarga berada di RS Siloam Kupang untuk mendampingi kakanya.
"Barusan dokter memanggil keluarga untuk membicarakan kondisi dokter Irene. Kondisinya stabil, kami berdoa terus agar kesehatan dokter Irene semakin pulih," ucap Ina Atte.
Ina Atte mengatakan, operasi kemarin sore itu adalah operasi pemasangan selang di lambung karena ada yang tersumbat di bagian kepala dokter Irene Atte.

"Sebenarnya operasinya diperikrakan 6 jam, namun ternyata hanya 2 jam sudah selesai operasinya. Operasi dilakukan dokter ahli bedah syaraf, dokter Donny," kata Ina Atte.
Ina Atte menambahkan, pihak keluarga terus berdoa dan berharap agar kondisi dokter Irene semakin membaik.
"Suami dokter Irene sangat kuwatir, terpukul dan drop begitu juga mama kami yang sudah usia 75 tahun ini," ujanya.
Menyenai penyebab sakit dokter Irenne, Ina Atte mengatakan, menurut dokter Donny, hal itu terjadi karena dokter Irene kecapaian dan pola hidup tidak teratur.
"Semoga dokter Irene segera pulih dan bisa pulang ke rumah. Tolong doakan dokter Irene," imbuh Ina Atte. (vel)