Berita Nasional

Selain Ahok, Jokowi Butuh Arsitek Jadi Kepala Otorita IKN Baru, Ridwan Kamil Belum Bisa Jawab

Terkait dengan pemindahan dan pembangunan IKN baru ini, salah satu isu yang tidak kalah menarik adalah calon Kepala Otorita IKN baru tersebut.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN
Presiden Joko Widodo menyebut calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berlatar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah. 

Selain Ahok, Jokowi Butuh Arsitek Jadi Kepala Otorita IKN Baru, Ridwan Kamil Belum Bisa Jawab

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Isu pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia dari Jakarta ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggelinding.

Apalagi DPR RI telah mengesahkan RUU Ibu Kota Negara (IKN) Baru menjadi UU pada Selasa 18 Januari 2022.

Terkait dengan pemindahan dan pembangunan IKN baru ini, salah satu isu yang tidak kalah menarik adalah calon Kepala Otorita IKN baru tersebut.

Presiden Jokowi sendiri sempat menyebut empat nama calon, yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bambang Brodjonegoro, Tumiyono, serta Azwar Anas.

Baca juga: Jokowi Calonkan Ahok Kepala Otorita IKN Nusantara, Ngabalin: Ahlan wa Sahlan Tholaal Badru Alayna

Namun, pada kesempatan lain Jokowi juga menyebut calon kepala Otorita IKN baru harus pernah memimpin daerah dan berlatar belakang arsitek.

Dari kriteria yang terakhir ini, orang langsung mengarahkan perhatian kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sebab, Ridwan Kamil memang seorang arsitek sebelum terjun ke dunia politik.

Namun, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memilih tak banyak berkomentar dan tak mau berandai-andai terkait pernyataan Presiden Joko Widodo soal kriteria kepala otorita ibu kota negara (IKN) bernama Nusantara adalah sosok berpengalaman latar belakang arsitek.

"Kalau saya tidak mau berandai-andai ya. Belum pasti saya juga. Saya baru baca tadi malam, kriteria kepala daerah arsitek kan enggak hanya saya," kata RK mengutip Antara, Jumat 21 Januari 2022.

Sosok Ridwan Kamil merupakan seorang arsitek sebelum akhirnya terjun ke kancah politik.

"Namun siapa pun yang terpilih harus maksimal membangun ibu kota yang diputuskan pindah ke Kalimantan. Jadi saya tidak mau "geer" (gede rasa) dan tidak mau berandai-andai, takut salah," kata RK.

Ketika disinggung mengenai kesiapan, Ridwan Kamil menilai fokusnya saat ini masih menuntaskan janji-janji politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Saat ini saya belum bisa menjawab, saya masih Gubernur Jawa Barat. Saya belum bisa menjawab hal yang belum pasti. Saya tidak mau berandai-andai," kata dia.

Karya arsitektur Ridwan Kamil tidak hanya berada di Indonesia, namun tersebar hingga benua Asia bahkan benua Eropa.

Baca juga: Ridwan Kamil Unggah Video Arteria Dahlan Bicara Sunda, Sebut Cara Komunikasi Jokowi & Bung Karno

Selain merancang bangunan, Ridwan Kamil juga terlibat dalam perancangan kota mandiri. Seperti Museum Tsunami Aceh dibangun sebagai sebuah monumen untuk memperingati peristiwa tsunami Aceh paling tragis pada 2004 lalu.

Kemudian Marina Bay Waterfront di Singapura dan Ningbo Newtown, Tiongkok, sebuah rancangan kota baru dan dianggap sebagai salah satu kota masa depan.

Dalam proses perancangan IKN, Ridwan Kamil juga terlibat dalam penjurian lomba desain IKN.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap empat nama calon Kepala Otorita IKN Nusantara. Selain Ahok, ada nama Bambang Brodjonegoro, Tumiyono, dan Azwar Anas.

Jokowi belum membeberkan lagi nama kandidat Kepala Otorita IKN usai UU IKN disahkan. Ia hanya memberi tahu ciri-ciri sosok yang akan dipilih.

"Paling tidak, pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," ungkap Jokowi di pertemuan dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir detik.com pada Rabu 19 Januari 2022.

Para peserta pertemuan sempat bertanya ke Jokowi apakah kandidat itu bersuku Sunda. Jokowi hanya membalas pertanyaan tersebut dengan senyuman.

Baca juga: Diam-diam Jokowi Beri Saran Sosok Capres 2024 Kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Siapa?

Pada kesempatan itu, Jokowi juga berbicara soal asal-usul nama Nusantara untuk ibu kota negara. Menurutnya, nama itu ia pilih setelah menyerap aspirasi berbagai pihak.

Mantan Wali Kota Solo itu juga bicara pembangunan IKN Nusantara butuh waktu 15-20 tahun hingga selesai sempurna.

Dia tidak khawatir proyek jangka panjang itu dihentikan presiden berikutnya karena sudah diatur dalam undang-undang.

"Sudah disepakati oleh delapan fraksi di DPR. Artinya, suara mayoritas kekuatan politik di DPR menghendaki perpindahan ibu kota negara," tutur Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke IKN Nusantara. Niat itu telah disahkan melalui Undang-Undang IKN.

Baca juga: Hasil Survei Litbang Kompas, Gatot Nurmantyo, Ridwan Kamil hingga Ahok Masuk Bursa Capres 2024

IKN Nusantara tidak akan dipimpin oleh kepala daerah, melainkan oleh otorita. Kepala Otorita IKN Nusantara adalah pejabat setingkat menteri yang dipilih presiden untuk menjabat selama lima tahun.

Sejumlah nama kandidat pernah disebut Jokowi pada Maret 2020. Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bambang Brodjonegoro, Tumiyono, serta Azwar Anas.

Sumber: cnnindonesia.com

Berita Nasional lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved