Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 21 Januari 2022: Figur Pilihan
Dari pengikut yang jumlahnya banyak, Yesus yang punya misi khusus dari Allah Bapa perlu mengerucutkan pilihan.
Renungan Harian Katolik Jumat 21 Januari 2022: Figur Pilihan (Mrk 3:13-19)
Oleh: RD. Eman Kiik Mau
POS-KUPANG.COM - Membangun komunitas tentu butuh figur pilihan. Kumpulan orang yang bisa dipercaya itu menguatkan tali ikatan komunitas. Yesus pilih 12 figur pilihan untuk membantu-Nya dalam mengembangkan komunitas.
Sebanyak 12 orang pilihan Yesus diproses melalui beberapa tahap. Konon, murid Yesus berjumlah 70.
Dari pengikut yang jumlahnya banyak, Yesus yang punya misi khusus dari Allah Bapa perlu mengerucutkan pilihan.
Semalaman Yesus berdoa di bukit. Minta petunjuk dari Bapa yang mengutus-Nya. Alhasil, paginya Yesus memilih mereka yang menjadi Rasul-Nya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 20 Januari 2022: Kekuatan Hospitalitas dan Belas Kasih
Mereka inilah yang emban tugas khusus, berada bersama Yesus dan mewartakan Kabar Baik. Dalam berada bersama itulah diadakan doa, sebagai kekuatan untuk bisa mewartakan Injil.
Otoritas pewartaan langsung diberikan oleh Yesus. Itulah sebabnya para rasul mewartakan Kabar Baik dengan kuasa dari Allah.
Kita semua dipanggil menjadi rasul. Selalu tekun dalam doa agar bisa selalu di dalam Yesus.
Kelak, dengan otoritas yang berasal dari-Nya, kita mampu mewartakan Kabar Baik dalam hidup harian kita, di mana saja kita berada.
Itu semua kita terima dalam rahmat Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma. Maka, kini saatnya kita mewartakan Kabar Baik itu.
Hari ini Gereja memperingati Santa Agnes, Perawan dan Martir. Ia lahir di Roma tahun 291. Ia cantik dan simpatik.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 19 Januari 2022, Hari Sabat: Berbuat Baik atau Berbuat Jahat?
Tidaklah mengherankan apabila banyak pemuda jatuh hati padanya dan bertekad mengawininya.
Namun, apa yang dialami para pemuda itu? Mereka menyesal, kecewa bahkan marah karena lamaran mereka semua ditolak.
Agnes, gadis rupawan itu berkaul tak mau menikah karena ia telah berjanji untuk tetap perawan dan setia pada Yesus yang mencintainya.
Para pemuda frustrasi melaporkan Agnes kepada pengadilan Romawi dengan mengungkapkan identitasnya sebagai seorang penganut agama Kristen.
Di hadapan pengadilan Romawi, Agnes diuji, ditakut-takuti bahkan dituduh menjalani kehidupan sebagai seorang pelacur. Ia diancam dengan hukuman mati dan dipaksa membawa korban kepada dewa-dewa kafir Romawi.
Namun Agnes tak gentar sedikit pun menghadapi semua ancaman dan siksaan itu. Ia berani menolak semua tuduhan atas dirinya dan mempertahankan kemurniannya. Belenggu yang dikenakan pada tangannya terlepas dengan sendirinya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik, Jumat 21 Januari 2022: Dipanggil untuk Apa?
Bagi Agnes, Kristus adalah segala-galanya. Ia yakin bahwa Kristus menyertai dia dan tetap menjaga dirinya dari segala siksaan.
Akhirnya, tiada jalan lain untuk menaklukkan Agnes selain membunuhnya dengan pedang. Kepalanya dipenggal setelah dia berdoa kepada Yesus, mempelainya.
Agnes dilukiskan sedang mendekap seekor Anak Domba - Agnus, lambang kemurnian dan memegang daun palem sebagai lambang kemurnian.
Tuhan Yesus, jadikanlah kami rasul-Mu yang setia dalam mewartakan Kabar Baik. Santa Agnes, doakanlah kami. Amin.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 21 Januari 2022:
Bacaan Pertama: 1 Samuel 24:3-21
"Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan."
Pada suatu hari Saul mengambil 3000 orang pilihan dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan.
Maka sampailah Saul ke kandang-kandang domba di tepi jalan.
Di sana ada gua, dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian dalam gua itu.
Lalu berkatalah orang-orang itu kepada Daud, “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik!”
Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena telah memotong punca jubah Saul.
Lalu ia berkata kepada orang-orangnya, “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan; dijauhkanlah aku dari menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.”
Dengan perkataan itu Daud mencegah orang-orangnya; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul.
Sementara itu Saul bangun meninggalkan gua, hendak melanjutkan perjalanannya.
Maka bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya, “Tuanku Raja!”
Saul menoleh ke belakang. Maka Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah.
Lalu berkatalah ia kepada Saul, “Mengapa engkau percaya akan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat, bahwa hari ini Allah menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu.
Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.
Lihatlah ini, Bapaku! Lihatlah punca jubahmu ada dalam tanganku.
Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.
Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasiklah timbul kefasikan.
Sungguh, tanganku tidak akan memukul engkau!
Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!
Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim yang memutuskan perkara kita!
Kiranya Dia memperhatikan dan memperjuangkan perkaraku!
Kiranya Ia memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.”
Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu, berkatalah saul, “Suaramukah itu, ya anakku Daud?”
Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.
Katanya kepada Daud, “Engkau lebih besar daripada aku, sebab engkau telah melaukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.
Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.
Apabila seseorang menangkap musuh, masakan dilepaskannya dia pergi dengan selamat?
Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.
Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 57:2.3-4.6.11
Refrein: Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku.
1. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.
2. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku: Kiranya Ia mengirim utusan dari surga dan menyelamatkan daku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku; semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya.
3. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi! Sebab, kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan.
Bait Pengantar Injil: 2 Korintus 5:19
Refrein: Alleluya
Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita
Bacaan Injil: Markus 3:13-19
"Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia."
Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit.
Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.
Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia, untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan.
Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, yang keduanya Ia beri nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh; selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-eman-kiik-mau_02.jpg)