Berita Kota Kupang
Profesi Nelayan dan Pemungut Sampah, Bapak Hermas dan Mama Paulina Dapat Menyekolahkan Anak-Anak
Bapak Hermas dan Mama Paulina bertempat tinggal di RT 01,RW 01, Kelurahan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timu

Laporan Reporter Pos Kupang, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bapak Hermas dan Mama Paulina bertempat tinggal di RT 01,RW 01, Kelurahan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Saat diwawancarai Pos-Kupang.Com, Selasa 18 Januari 2022, Bapak Hermas Lasa (43) menerangkan bahwa ia datang menemani isterinya Paulina Lasa Nenogasu (42) untuk memungut sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Alak.
Bapak Hermas bekerja sebagai nelayan.
Karena kapal yang biasa ia ikut untuk mencari ikan sedang keluar, jadi ia memutuskan untuk menemani isterinya.
Ia berkisah, sebelum menikah, Paulina (isteri Hermas) sudah terlebih dahulu bekerja sebagai pemungut sampah di TPA.
"Kami menikah sudah 15 tahun, saya kira sudah lebih dari 15 tahun Paulina memungut sampah." jelas Hermas
Hermas dan Paulina dikaruniai 2 orang anak. Anak pertamanya Agnes Lasa (12) SMP kelas IX, dan anak kedua bernama Julio Adiputro Lasa (9) SD kelas V.
Kemudian Hermas menerangkan bahwa dari kerja keras dan perjuangan bersama isteri (Paulina) sebagai nelayan dan pemungut sampah, anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Lalu mengenai sampah yang dipungut, Hermas menjelaskan, sesudah memungut sampah, Ia membawa sampah itu untuk ditimbang oleh bos penimbang. Baik sampah jenis plastik maupun sampah jenis kaleng.
"Kalau plastik Rp. 2000 per kilo dan kaleng Rp 1500 per kilo." ucap Hermas
Hermas menambahkan, para pemungut sampah di TPA Alak ini berjumlah 46 KK. Mereka (pemungut sampah) berasal dari berbagai tempat.
Selain memungut sampah, isterinya Paulina terdaftar menjadi penerima bansos PKH (Program Keluarga Harapan). (CR 10)
