Rabu, 15 April 2026

Jakarta Melonjak Kasus Omicron, 90 Persen Terjadi Transmisi Lokal

DKI Jakarta akan menjadi medan pertama lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Editor: Alfons Nedabang
AFP
Ilustrasi varian Omicron 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, DKI Jakarta akan menjadi medan pertama lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Pasalnya, sebagian besar atau lebih dari 90 persen kasus transmisi lokal terjadi di DKI Jakarta.

"Jadi kita memang harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi omicron. Dan kita harus memastikan kita bisa menangani perang omicron yang ada di DKI Jakarta," kata Menkes dalam konferensi pers virtual, Minggu 16 Januari 2022.

Ia mengatakan, belajar dari beberapa negara yang sudah mengalami puncak kasus Omicron diketahui bahwa puncak dari kasus tersebut dicapai dengan cepat dan tinggi dalam kurun waktu sekitar 35 - 65 hari.

Baca juga: Gara-gara ATM, Anak Seret Tubuh Ayah di Lantai Toko HP, Menantu Ikut Mengumpat Mertua

Baca juga: Ayah yang Diseret Anaknya di Lantai Toko HP Belum Sadarkan Diri, Dirawat Intensif di Rumah Sakit

"Jadi tergantung kita melihatnya dari mana, Indonesia pertama kali kita teridentifikasi adalah pertengahan Desember. Nanti kasus kita mulai naiknya di awal Januari antara 35 sampai 65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat," ungkap Menkes.

Adapun pasien yang perlu perawatan rumah sakit antara 30 persen sampai 40 persen. Artinya jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta.

"Jadi walaupun kenaikannya lebih cepat dan tinggi, jumlah kasus yang lebih banyak dan naik penularannya lebih cepat, tapi hospitalisasi lebih rendah," imbuh mantan dirut Bank Mandiri ini.

Diharapkan jika ada kenaikan jumlah kasus yang cepat dan banyak, tidak usah panik dan terus waspada.

Baca juga: Cegah Penyalagunaan, Dirjen Dukcapil Ingatkan Bahaya Swafoto e-KTP

"Kita monitor ketat hospitalisasi, yang masuk rumah sakit seperti apa. Sampai sekarang sudah lebih dari 500 orang yang terkena omicron yang dirawat di rumah sakit dan yang pulang sudah 300-an, yang butuh oksigen hanya 3 dan itu pun masuk kategori ringan," ungkap Budi.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi peningkatan kasus varian Omicron.

"Pemerintah akan melakukan beberapa langkah mitigasi agar peningkatan kasus yang terjadi lebih landai dibandingkan negara lain, sehingga tidak membebani sistem kesehatan kita. Kami mengimbau kalau di kantor tidak perlu 100 persen, ya, tidak usah 100 persen yang hadir," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Baca juga: UPDATE Tsunami Tonga-Jepang: Lima WNI Hilang Kabar

Dia menambahkan bahwa pengurangan tersebut bisa diterapkan dengan melihat situasi dan keperluan perusahaan masing-masing. Adapun pengurangan kehadiran fisik karyawan di kantor, Luhut menyebut, diberlakukan selama dua pekan ke depan.

"Jadi diatur saja, melihat situasinya, apakah dibuat 75 persen untuk dua minggu ke depan. Itu saya kira bisa dilakukan asesmen oleh perusahaan masing-masing, khususnya kantor. Kalau industri saya kira tidak ada masalah," kata dia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, per tanggal 15 Januari tercatat 748 kasus Omicron di Tanah Air, dimana mayoritas terdeteksi dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Baca juga: Mengerikan, Tsunami 1,2 Meter Hantam Jepang Usai Erupsi Bawa Laut di Tonga

"Sebagian besar dari kasus omicron ini merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Sebanyak 569 orang dan transmisi lokal sebanyak 155 kasus. Kita masih melakukan penyelidikan epidemiologi pada 24 kasus positif Omicron," kata Nadia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes ini mengatakan varian Omicron lebih cepat menular dibading varian Delta, meski gejala yang ditimbulkan cenderung tidak bergejala atau sangat ringan seperti batuk, pilek, yang akan bisa hilang dengan sendirinya. Sementara untuk probable Omicron saat ini mencapai 1800 kasus.

Baca juga: Mengenal Kerajaan Tonga, Negara Kepulauan di Pasifik yang Diterjang Tsunami

Adapun kasus terbanyak dari luar negeri yang datang dari Arab Saudi, Turki, Amerika Serika, Malaysia, maupun Uni Emirat Arab (UEA).

"Kasus terbanyak dari Arab Saudi, lalu Turki yang merupakan wisatawan, ketiga Amerika Serika dan UEA," kata dia. (tribun network/rin/wly)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved