Minggu, 19 April 2026

Jemaah Indonesia Diberi Gelang Khusus, Disambut Dubes RI di Arab Saudi

Jemaah umrah asal Indonesia itu bakal tiba di Madinah, Arab Saudi, dengan menggunakan pesawat maskapai Lion Air.

Editor: Alfons Nedabang
AFP
Para jemaah mengikuti ibadah haji di Arab Saudi pada tahun 2020. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Indonesia kembali memberangkatkan jemaah umrah ke Tanah Suci pada Sabtu 8 Januari 2022. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan pemberangkatan jemaah umrah ini merupakan yang pertama setelah hampir dua tahun Indonesia tidak mengirimkan jemaah ke Tanah Suci.

"Keberangkatan pertama dilakukan 8 Januari 2022," kata Hilman dalam keterangannya.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono mengatakan sebanyak 400 jemaah umrah perdana asal Indonesia tiba di Arab Saudi sore ini.

Jemaah umrah asal Indonesia itu bakal tiba di Madinah, Arab Saudi, dengan menggunakan pesawat maskapai Lion Air.

Baca juga: Ibadah Umrah Kembali Dibuka, 400 Jemaah Indonesia Diterbangkan ke Arab Saudi

"Besok sore rencana sekitar 400 jemaah kita tiba di Madinah dengan Lion," kata Eko kepada Tribunnews.com, Jumat 7 Januari 2022.

Eko mengatakan pihaknya telah menyiapkan penyambutan untuk jemaah umrah dari Indonesia itu.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad bakal menyambut langsung kedatangan para jemaah. "Prinsipnya kami siap sambut jemaah. Pak Duta Besar dan saya akan menyambut mereka," imbuhnya.

Terkait teknis kedatangan jemaah, Eko mengatakan jemaah umrah asal Indonesia itu nantinya akan mendapat gelang khusus.

Baca juga: WASPADA, Cuaca Ekstrim Terjadi Sabtu Besok, Segera Cek Nama Propinsi yang Bakal Dilanda Cuaca Buruk

Gelang khusus diberikan untuk memudahkan pemeriksaan, lantaran belum terintgrasinya aplikasi Tawakkalna milik pemerintah Arab Saudi dengan aplikasi PeduliLindungi dari Indonesia.

"Belum juga (terintegrasi Tawakkalna dan PeduliLindungi," kata Eko.

Integrasi kedua aplikasi tersebut awalnya dibutuhkan untuk memudahkan jemaah asal Indonesia melaksanakan umrah. Karena itu kata Eko, pengecekan jemaah asal Indonesia akan dilakukan secara manual. Pemeriksaan manual juga akan dilakukan terhadap hasil PCR para jemaah umrah dari Indonesia.

"Yang kita pakai ya cek manual saja termasuk hasil PCRnya," tutur Eko.

Baca juga: Sepulang dari Turki Ashanty Kembali Positif Covid-19, Atta pun Ungkap Kondisi Putri Krisdayanti

Pemberian gelang khusus untuk para jemaah itu bakal dilakukan melalui Muassasah kepada jemaah. Muassasah selama ini mempunyai tugas menyambut kedatangan jemaah haji dan memberi petunjuk yang diperlukan jemaah. "Nanti Muassasah di sini kasih gelang khusus (ke jemaah)," ujarnya.

Terkait belum terintegrasinya aplikasi Tawakkalna milik pemerintah Arab Saudi dengan aplikasi PeduliLindungi dari Indonesia, Wasekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Rizki Sembada menilai hal itu tidak perlu dipermasalahkan.

"Aplikasi Tawakkalna tidak perlu terlalu dipermasalahkan karena berdasarkan pengalaman tim, pemakaian gelang yang diberikan oleh muassasah sebagai identitas jemaah cukup efektif digunakan sebagai alat pengenal dan tiket masuk untuk beribadah di kedua tanah haram," kata Rizki.

Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Muncul di Musim Hujan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved