Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 6 Januari 2022: Kabar Baik Berbuah Manis
Allah adalah kasih. Di mana ada kasih di sana Allah hadir. Mengasihi saudara yang kelihatan menjadi indikator kesanggupan mengasihi Allah.
Renungan Harian Katolik Kamis 6 Januari 2022: Kabar Baik Berbuah Manis (Lukas 4 :14-22a)
Oleh: RD. Maxi Un Bria
POS-KUPANG.COM - Deus Caritas Est. Allah adalah kasih. Di mana ada kasih di sana Allah hadir.
Mengasihi saudara yang kelihatan menjadi indikator kesanggupan mengasihi Allah yang tidak kelihatan.
Bagaimana mungkin kita dapat mengasihi yang tidak kelihatan kalau kita tidak menaruh kasih terhadap yang kelihatan? Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (I Yohanes 4 : 21)
Mengasihi yang kelihatan agar mampu juga mengasihi yang tidak kelihatan. Roh Kudus membimbing orang kepada kebenaran, kasih dan kebaikan agar mampu menghadirkan kabar baik dan sukacita yang berkanjang bagi banyak orang.
Yesus yang penuh dengan Roh Kudus tampil mengajar di Rumah Ibadat dan membacakan dari Alkitab teks yang berbunyi, ”Roh Tuhan ada padaKu oleh sebab itu Ia telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan Tahun Rahmat Tuhan telah datang” (Lukas 4 :18-19).
Yesus menegaskan visi dan misi pastoral-Nya bagi khalayak. Ia hadir untuk memberitakan kabar baik, pembebasan, penglihatan bagi orang-orang yang miskin, tertawan dan yang terkungkung kegelapan-kegalauan hidup.
Semua orang senang mendengar kabar baik, bukan kabar buruk. Itulah sebabnya Kabar Baik dari Yesus disambut dengan antusias dan respek yang mendalam.
Tantangan kabar baik dalam hidup adalah kabar buruk. Maka tugas kita adalah menggelorakan dan mewartakan kabar baik yang melahirkan optimisme, antusiasme dan sukacita hidup untuk bertumbuh dalam kasih, persekutuan, partisipasi dan perutusan dalam hidup menggereja dan masyarakat. Agar semakin banyak orang yang merasakan dan mengalami kasih Allah yang nyata dalam hidup bersaudara dan bersesama.
Kabar baik berbuah manis. Hati yang mengasihi merekatkan persaudaraan! Berjalan bersama menuju tujuan. Bangkitkan semangat partisipasi. Satu hati dan tujuan memaknai persekutuan hidup bersama.
Semoga kita dirahmati menjadi pembawa kabar baik bagi banyak orang. Salve.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 6 Januari 2022:
Bacaan Pertama: 1 Yohanes 4:19-5:4
"Barangsiapa mengasihi Allah, Ia harus juga mengasihi saudaranya."
Saudara-saudaraku terkasih, kita harus mengasihi Allah, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Jikalau seorang berkata, “Aku mengasihi Allah,” tetapi membenci saudaranya, ia adalah seorang pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang ia lihat, tidak mungkin ia mengasihi Allah yang tidak ia lihat.
Dan inilah perintah yang kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
Inilah tandanya bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Dan perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.
Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: yakni iman kita.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2.14.15bc.17
Refrein: Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.
2. Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan; darah mereka mahal di matanya. Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari.
3. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
Bait Pengantar Injil: Lukas 4:18
Refrein: Alleluya
Tuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan.
Bacaan Injil: Lukas 4:14-22a
"Pada hari ini digenapilah Kitab Suci."
Sesudah dicobai Iblis di padang gurun, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea.
Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
Selama di situ Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ, dan semua orang memuji Dia.
Lalu Ia datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan.
Dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya, dan setelah membukanya, Ia menemukan nas di mana ada tertulis: Roh Tuhan ada pada-Ku oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.
Kemudian Yesus menutup kitab itu, mengembalikannya kepada pejabat, lalu Ia duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Lalu Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas tadi sewaktu kamu mendengarnya!”
Semua orang itu membenarkan Dia, dan mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maxi-un-bria-florens-rd_05.jpg)