Berita Nasional

Jokowi Tinggal 3 Tahun, Denny Siregar Sebut Ganjar Pranowo Lalu Singgung Puan Maharani, Maksudnya?

Meski agenda Pilpres masih 3 tahun lagi yakni 2024, namun dinamika politik di Tanah Air makin hangat oleh semilir politik yang kini mulai berhembus.

Editor: Frans Krowin
Warta Kota.com
Joko Widodo dan Ganjar Pranowo saat rapat kerja nasional PDI Perjuangan, Jumat 6 September 2013. Kini Jokowi menjabat Presiden RI dua periode. Ganjar Pranowo jadi Gubernur Jawa Tengah dua periode. Denny Siregar sebut Ganjar Pranowo bakal gantikan Jokowi, benarkah? 

POS KUPANG.COM - Siapa tak kenal pegiat media sosial, Denny Siregar? Baru-baru ini, ia berani merespon  ciutan akun @panca66 yang menyinggung sisa jabatan Presiden Jokowi tinggal 3 tahun lagi. 

Bahkan Denny Siregar juga secara terang-terangan menyatakan dukungannya pada Ganjar Pranowo untuk maju sebagai kandidat presiden di Pilpres 2024 mendatang.

Ia juga secara blak-blakan menyampaikan rasa kagumnya terhadap Ganjar yang kini masih mengemban tugas sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Bahkan Denny berani mengungkapkan bahwa Ganjar Pranowo merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Jokowi sebagai Presiden Indonesia.

Sejatinya, awal dari sikap Denny Siregar yang blak-blakan bicara tentang Ganjar Pranowo adalah ketika ada postingan di @panca66.

Akun itu memosting video yang berisi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajaran pengurus.
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajaran pengurus. (Dokumentasi)

"Nih ketum partai era baru, era sosmed yang ngerti arti penting kehadiran influencer. Anak2 muda harus terus bersuara agar suara mereka tak dibungkam. Makanya @PDemokrat sekarang punya tim sosmed yang kuat untuk melawan buzzerp seperti @Dennysiregar7 (emoji)," tulis akun tersebut, Sabtu (2/10/2021) pukul 7.24 malam, seperti dikutip Tribun-timur.com.

Denny Siregar yang merupakan sahabat Abu Janda dan Eko Kuntadhi pun langsung merespon cuitan tersebut.

"Maksudnya bung @panca66 untuk ngelawan gua seorang diri, @PDemokrat harus kerahkan seluruh kader partai?," tulis Denny Siregar.

"Wah, gua kok merasa terhormat ya? (emoji)," lanjut Denny Siregar.

Cuitan Denny Siregar lalu dikomentari pemilik akun Twitter @infokita_news.

Pemilik akun tersebut kemudian mengingatkan Denny terkait masa jabatan Presiden Jokowi periode 2 tinggal tiga tahun lagi.

"Denny Siregar ingat jkw tinggal 3 tahun lagi, 3 thn tak terasa?," tulis akun tersebut, Minggu.

Denny Siregar pun membalasnya beberapa jam kemudian.

"Iya memang. Habis itu pak @ganjarpranowo. Kalian gagal maning, gagal maning (emoji tertawa)," tulisnya, Minggu pukul 11.50 siang.

Denny Siregar kemudian membahas lagi Ganjar Pranowo dan Puan Maharani dalam kaitannya dengan PDIP.

Dia mengaku pendukung Ganjar Pranowo (untuk Pilpres 2024).

Meski begitu, ia tak ingin menyerang Puan Maharani yang belakangan ini menjadi bahan pergunjingan publik.

Denny Siregar berujar, Puan Maharani dan Ganjar Pranowo sama-sama berada di satu kapal (yakni PDIP).

Dia berharap keduanya tetap begitu hingga tahun 2024.

Hal tersebut diungkapkan Denny Siregar lewat akun Twitter @Dennysiregar7, seperti dilansir Tribun-timur.com.

"Gua itu pendukung Ganjar. Tapi gak pernah serang Puan.

Palingan kasih nasehat, bahwa promosi lewat baliho - apalagi di pandemi ini - salah total.

Puan dan Ganjar itu ada di satu kapal. Kita berharap tetap begitu smp 2024.

Fokus ke Demokrat aja. Kadrun mo berlabuh kesana..," tulis Denny Siregar.

Denny Siregar Yakin Ganjar Pranowo Setia kepada PDIP

Sejatinya, bukan sekali ini Denny Siregar membahas Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

Baru-baru ini, Denny Siregar juga mengatakan yakin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai sosok yang setia pada PDIP.

Denny Siregar kemudian mengungkapkan kedekatan Ganjar Pranowo dengan PDIP. Dia menyebutkan bahwa sejak mahasiswa, Ganjar sudah bergabung ke PDIP.

Sahabat Eko Kuntadhi dan Abu Janda itu juga menyebutkan bahwa Ganjar merupakan loyalis militan Megawati.

"Gua yakin, pak @ganjarpranowo itu orang yg sangat setia pada @PDI_Perjuangan.

Dia sdh gabung sejak mahasiswa. Bahkan jadi loyalis militannya Megawati. Jadi apapun kata orang, dia tidak akan mau diadu2 dgn Puan, yang sdh spt adeknya sendiri.

Cuma, mgkn di partai, ada org2 yg pengen cari muka..," tulis Denny Siregar lewat akun Twitter @Dennysiregar7, seperti dilansir Tribun-Timur.com.

Pada postingan selanjutnya, Denny Siregar kemudian memprediksi sikap Ganjar Pranowo seandainya Megawati akhirnya mencalonkan Puan Maharani di Pilpres 2024.

Denny Siregar mengatakan Ganjar Pranowo pasti menerima karena hormat pada Megawati.

"Gimana seandainya bu Mega akhirnya calonkan Puan di 2024 ?

Pak @ganjarpranowo pasti terima. Dia sangat hormat sama bu Mega. Lebih baik mundur drpd harus berbenturan.

Sampai akhirnya ada yg datang dan tepuk pundaknya.

"Kamu hrs maju. Ini bukan utk kamu. Tapi utk Indonesia.." tulis Denny Siregar di suatu malam, belum lama ini.

Seperti diketahui, meski Pilpres 2024 masih lama, sudah banyak lembaga yang melakukan survei terkait nama Capres 2024.

Salah satu lembaga survei yang intensif melakukan survei itu, yakni Charta Politika Indonesia.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews, Lembaga Survei Nasional Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terbarunya terkait dengan tingkat elektabilitas para tokoh atau pejabat politik di Indonesia.

Dari hasil tersebut, Ganjar Pranowo menjadi pejabat politik yang memiliki elektabilitas tertinggi menjadi Presiden masa mendatang.

Ia bahkan mengalahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, berdasarkan temuan pihaknya melalui survei itu nama Gubernur Jawa Tengah itu memiliki banyak pemilih.

Bahkan dominan kata dia, responden yang memilih Ganjar merupakan pemilih dari PDI-P.

Dengan begitu Ganjar juga mengalahkan ketua DPR RI sekaligus putri dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"Pemilih PDIP paling banyak menjatuhkan pilihan kepada Ganjar Pranowo, sedangkan pemilih Gerindra paling banyak memilih Prabowo Subianto," kata Yunarto saat menyampaikan hasil surveinya secara daring, Kamis (12/8/2021).

"Pemilih PKB terbelah memilih Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, sedangkan pemilih PKS paling banyak memilih Anies Baswedan," sambungnya.

Adapun dalam persentase responden pemilih PDI-P yang menjatuhkan pilihan ke Ganjar Pranowo mencapai hampir 45 persen.

Sementara pemilih PDI-P yang juga memilih Puan Maharani, hanya sebesar 4,8 persen.

"Pemilih PDI-P yang memilih Ganjar Pranowo itu 44,7 persen," ucapnya.

Sebelumnya, Charta Politika Indonesia mengumumkan 10 nama pejabat politik yang memiliki elektabilitas tertinggi saat ini.

Adapun 10 nama tersebut kata Yunarto Wijaya yakni, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ma'ruf Amin, Ust Abdul Somad, Agus Harimurti Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama, Ridwan Kamil serta Ganjar Pranowo.

"Dari keseluruhannya, Prabowo menempati urutan pertama pejabat yang paling dikenal dengan 90,2 persen responden mengenalnya, lalu Anies Baswedan 87,8 persen dan Sandiaga Uno 82,7 persen, itu ketiga teratas yang paling dikenal," kata Yunarto saat menyampaikan hasil surveinya secara daring.

Dari keseluruhan nama tersebut, pihaknya kembali melakukan survei kepada para respondennya. Kali ini terkait dengan kemungkinan terpilih sebagai Presiden.

Kata Yunarto, dari 10 nama tersebut, Ganjar Pranowo menempati urutan teratas, melampaui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Angka persentase yang didapat oleh Gubernur Jawa Tengah itu mencapai 20,6 persen, unggul sekitar 3 persen dari Anies dan Prabowo.

"Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo (20.6%) mendapat elektabilitas tertinggi, diikuti berikutnya oleh Anies Baswedan (17.8%) dan Prabowo Subianto (17.5%)," ucapnya.

Jika ditelusuri berdasarkan wilayah atau domisili dari responden yang memilih Ganjar Pranowo, dominan mereka merupakan masyarakat Jawa Tengah dan di DIY dengan persentase 69,5 persen.

Selanjutnya, untuk Anies Baswedan unggul di wilayah DKI Jakarta dan Banten sebesar 35 persen sementara Prabowo Subianto unggul di wilayah Jawa Barat dengan persentase 27,6 persen.

Puan Maharani bersama Presiden Indonesia ke-5, Megawati Sukarnoputri.
Puan Maharani bersama Presiden Indonesia ke-5, Megawati Sukarnoputri. (@puanmaharaniri)

Begini Kata Kader PDIP

Hasil survei dari Charta Politika Indonesia menyebutkan jika elektabilitas Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani bisa dikatakan terpaut cukup jauh.

Diketahui, Ganjar Pranowo menjadi pejabat politik yang memiliki elektabilitas tertinggi dengan 16,2 persen.

Sementara, elektabilitas Puan Maharani terlampau jauh dari Ganjar dengan angka 0,7 persen.

Hasil survei itu pun ditanggapi anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan.

Dia mengaku bingung dengan beredarnya banyak survei terkait nama Capres 2024 di tahun 2021.

Sebab menurutnya, PDIP masih jauh untuk menentukan sosok yang akan dicalonkan menjadi Presiden di Pilpres 2024.

Arteria Dahlan juga heran dengan respon publik yang selalu menghadap-hadapkan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

"Kami menghormati hasil survei, tapi saya bingung baru tahun 2021 sudah bicara elektabilitas calon Presiden."

"Sudah bicara survei Capres, sudah bicara menghadap-hadapkan Mas Ganjar dengan Mba Puan," kata Arteria sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com

Pasalnya, lanjut Arteria, kedua sosok tersebut pasti sepakat dengan rekomendasi calon Presiden dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Dua-duanya PDIP, dua-duanya pasti patuh dan tegak lurus apapun yang direkomendasi oleh konstitusi partai kami melalui hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri," tambah Arteria.

Di sisi lain, mengenai tren pemasangan baliho Puan Maharani, Arteria menegaskan hal tersebut tidak ditujukan untuk meningkatkan elektabilitas.

"Keliru besar mengaitkan baliho dengan kepentingan elektoral, baliho Mba Puan itu tidak ditujukan untuk kepentingan elektoral."

"Dikatakan naik atau tidak dengan adanya baliho ya jelas tidak relevan, karena kita tidak ada tujuan untuk meningkatkan elektabilitas atau berbicara mengenai Capres maupun kepentingan elektoral," tegas Arteria.

Menurutnya, hasil survei yang tinggi tidak menjadi tolak ukur seseorang untuk dicalonkan menjadi Presiden di Pilpres 2024.

Ia menegaskan, PDIP hanya akan memilih calon presiden yang benar-benar menjadi pilihan rakyat, dan bukan dari hasil survei.

"Mas ganjar katanya layak jadi Capres atau punya hasil survei tinggi ya gapapa."

"Tapi yang utama di 2024, kita ingin bukan presiden hasil survei dan presiden hasil medsos (media sosial, red)."

"Tapi memang betul-betul presiden yang dipilih dari rakyat," ungkapnya.

Oleh karena itu, Arteria meminta agar publik bersabar dan tidak mengaitkan seakan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani bersaing dalam Pilpres 2024.

"Jadi bersabarlah kami juga belum tahu siapa yang mau direkomendasi. (*)

Artikel ini telah tayang dengan judul: Diingatkan soal Jabatan Jokowi Sisa 3 Tahun, DS: Habis Itu Pak Ganjar Pranowo. Kalian Gagal Maning

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved