Minggu, 10 Mei 2026

Berita Nasional

Hasil Survei Indopol Kepuasan Generasi Z dan Milenial di Era Jokowi

Direktur Eksekutif Indopol Survey & Consulting, Ratno Sulistiyanto, menyebut adanya nada negatif dari generasi muda ini terhadap pemerintahan Jokowi.

Tayang:
Editor: Gordy Donofan
Capture Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi. 

POS-KUPANG.COM - Generasi Z dan milenial disebut tidak terlalu puas terhadap kinerja rezim Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Indopol Survey & Consulting.

Direktur Eksekutif Indopol Survey & Consulting, Ratno Sulistiyanto, menyebut adanya nada negatif dari generasi muda ini terhadap pemerintahan Jokowi.

“Hasil temuan kami di Indopol, bahwa kinerja pemerintahan Jokowi di mata milenial cukup dikatakan tidak terlalu tinggi. Tingkat kepuasannya hanya 56,89 persen,” kata Ratno dalam rilis survey yang ditayangkan di kanal resmi YouTube Indopol Survey Channel, Minggu (19/12/2021).

Baca juga: Anak Bungsu Jokowi, Kaesang Bawa Pacar Baru Saat Jenguk Anak Raffi Ahmad, Fans Soroti Baju Nadya

Ratno menyinggung sejumlah rapor merah pemerintahan Jokowi, seperti isu pemberatasan korupsi hingga penanganan kemiskinan dan pengangguran, yang tidak mendapatkan simpati dari generasi Z dan milenial.

“Penilaian milenial terhadap pemberantasan korupsi sangat rendah sekali, hanya sekitar 39,76 persen (yang merasa puas). Sementara, yang tidak puas di angka 60,24 persen. Jadi milenial menganggap jokowi tidak serius dalam pemberantasan korupsi,” ujar dia.

“Rapor merah kedua adalah Jokowi dalam penanganan kemiskinan dan pengangguran. Ini di angka 39,76 tingkat kepuasannya, sementara tidak puas dan kurang puasnya 60,24 persen,” lanjut Ratno.

Meskipun demikian, mayoritas milenial dan generasi Z disebut cukup puas dalam hal penanganan Covid-19. Tingkat kepuasannya mencapai sekitar 66 persen.

Survei ini dilakukan pada 19-27 November 2021 secara tatap muka dengan total 1.230 responden berusia 17-35 tahun, laki-laki dan eprempuan dari berbagai jenis profesi.

Ratno menjelaskan, survei ini dilakukan dengan pengambilan sampel bertingkat acak, di mana jumlah responden di setiap provinsi diambil secara proporsional berdasarkan jumlah penduduk Indonesia tahun 2020.

Survei kuantitatif ini memiliki margin of error sekitar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Hotman Paris Komentari Kinerja Anak Buah Presiden Jokowi, Nama Mentan SYL Disebut, Ada Apa?

BERITA LAINNYA:

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menduga keinginan Partai Demokrat agar presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden diturunkan menjadi 0 persen bertujuan untuk pengusungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pasalnya, Ujang melihat keinginan Demokrat terkait presidential threshold berbanding terbalik pada saat Pilpres 2009 di mana kala itu justru mendukung angka 20 persen.

"Dulu Demokrat dukung 20 persen, mungkin karena percaya diri dengan partainya dan percaya diri dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai figur capres yang bisa menang," kata Ujang, Minggu 19 Desember 2021.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved