Berita NTT
Christofel Liyanto Kandidat Kadin NTT
Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto, SE, salah satu kandidat Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Christofel berkesem
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto, SE, salah satu kandidat Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Christofel berkesempatan hadir dalam Ngobrol Asyik Pos Kupang, Sabtu 18 Desember 2021, pagi yang dipandu oleh Jurnalis Pos Kupang, Alfons Nedabang.
Sebelum ke Kantor Pos Kupang, Christofel rupanya sempat mampir ke Puskesmas Oepoi, untuk memberikan bantuan kepada 25 anak gizi buruk.
Kehadiran Christofel di Puskesmas Oepoi, membawa nama Inti (Indonesia Thionghoa), sebuah organisasi sosial etnis Thionghoa yang memberi perhatian kepada orang - orang yang kurang mampu.
"Ini luar biasanya ya Tribuners pagi - pagi sudah membantu orang yang berkekurangan," kata Alfons Nedabang.
Menariknya, cucu Christofel, Bobby Lianto, juga kandidat Ketua Umum Kadin NTT.
Bagaimana ini pa Christofel dan Bobby Lianto sama - sama mau fight perebutan Kadin?
Sebenarnya saya tidak mau fight yah, karena apa namanya, Kadin ini salah satu, organisasi para pengusaha, jadi, di dunia usaha ada dua organisasi, yang pertama Hipmi, Himpunan Para Pengusaha Muda Indonesia yang menaungi para pengusaha muda dalam kriteria umur 41 ke bawah.
Saya dulu ketika masih berusia di bawah 41 tahun, berkecimpung, beraktivitas di Hipmi. Di situ, organisasi yang sangat bagus sekali yang dibentuk para pendahulu itu, di situ kita belajar bagaimana berorganisasi dan belajar bagaimana mengembangkan usaha - usaha kita.
Dan hal yang paling penting bagaimana kita belajar beretika, sopan santun dan belajar menghargai para senior kita dan banyak sekali yang kita dapat.
Misalnya kita waktu di Hipmi, ketika kita yunior kita diajar oleh senior sampai kita senior kita berkewajiban mengajarkan kepada yunior dan ada tradisi sebenarnya tidak ada dalam ADRT dan tradisi ini sangat ketat, apabila ada acara - acara Hipmi, senior kalau datang, semua yunior pasti hormat.
Sebelum kita mengulas lebih jauh soal organisasi, Pa Chris sudah berapa lama jadi pengusaha?
Saya sebelum jadi pengusaha, yah anak pensiunan pegawai negeri sipil, yah tergolong miskin yah. Sehingga saya mulai dari nol, saya dulunya mulai berkarier di Jakarta itu saya lebih punya cita-cita untuk menjadi CEO/Manager Profesional. Tidak terpikirkan menjadi pengusaha.
Menjadi Manager Profesional, orang yang karena profesionalnya dibayar mahal. Saya dulu seperti itu. Kemudian pulang kembali ke Kupang tahun 94/95, selain menjadi CEO, saya mulai belajar menjadi pengusaha tahun 95. Dan tahun 2000, saya mulai mengembangkan usaha.
Bagaimana cerita awal memulai usaha?
Kalau dulu banyak ya saya memulainya. Berawal dari konsultan terus mencoba jadi kontraktor, jadi supplier di pemerintah, bermacam-macam bahan kimia. Jadi agen, dealer, macam-macam dagangan lainnya.
Pada suatu saat saya melihat bahwa walaupun saya sudah menjadi nasabah bank, saya punya uang, saya selalu deposito di bank. Tetapi yang namanya pengusaha kan kadang-kadang kita butuh modal, ketika butuh modal mau pinjam di bank itu susah, dan itu terjadi pada tahun 2000-an. Jadi saya berpikir, bagaimana mungkin kita bisa berusaha. Padahal saya bilang, bank ini rugi sebetulnya karna kan kalau dia kasih pinjaman pasti untung, kalau saya nasabah yang baik.
Akhirnya saya berpikir, saya yang nasabah potensial yang bagus saja sulit mendapatkan pinjaman dari bank karena berbagai peraturan. Zaman dulu itu, kalau mau pinjam duit 500 juta musti menunggu persetujuan dari pusat. Prosesnya lama.
Itu yang membuat saya berpikir suatu saat saya harus buka bank. Sebelum saya buka bank, saya juga menemukan banyak teman-teman saya yang mau bekerja dan berusaha, serta layak usahanya tapi kesulitan karena modal. Nah itu saya join dengan mereka lalu saya bantu dengan memberi modal.
Akhirnya lama kelamaan, jaringan saya mulai luas. Ketika saya buka bank, dengan mudah bank saya bisa bertumbuh pesat.
Sulit meminjam uang di bank, tapi mudah meminjamkan uang pribadi kepada rekan-rekannya?
Ya, saya begitu. Dan akhirnya saya bikin bank supaya bisa lebih luas usaha membantu teman-teman pengusaha.
Nah, mungkin bisa dishare ke Tribunners ya. Awal mula menggeluti usaha itu kendalanya apa?
Ya, kita kalau mau usaha, saya rasa semua bisa. Kalau sekarang saya malah melihat masyarakat NTT ini mau usaha apa saja bisa. Peluang usaha sangat banyak. Yang paling sulit itu adalah bagaimana kita punya motivasi yang kuat.
Saya kasih contoh misalnya, kita dihadapkan pada pilihan. Kamu mau menjemput pacar atau kamu harus pergi ketemu orang untuk deal bisnis. Kalau kamu punya motivasi kuat, biar pacar marah tapi kamu pilih deal itu. Urusan pacar atau hiburan dikesampingkan dahulu, kamu fokus utamakan urusan pekerjaan.
Saya butuh penegasan, ini motivasi yang kuat. Ini motivasi intrinsik dari dalam diri atau ekstrinsik?
Dari dalam diri. Kalau dari orang luar tidak bisa. Jadi ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk fokus pada apa yang mau kita kerjakan dengan mau mengorbankan segala-galanya.
Bagaimana menumbuhkan motivasi diri untuk berusaha? Ini kan kayaknya susah-susah gampang ini?
Ya itu betul. Jadi memang, kalau saya sendiri dari dulu itu saya sudah punya motivasi. Tetapi ketika saya bekerja di Jakarta, saya melihat orang-orang sukses. Sangat bersyukur saya mendapat mentor-mentor yang bagus, sehingga mereka mampu memberikan inspirasi ke saya. Ketika saya ikuti, hasilnya saya peroleh.
Jadi kalau memang ada para ahli yang sudah menjelaskan dengan sangat jelas itu ialah Jack Ma. Jack Ma pernah bilang bahwa ketika seseorang dari lahir sampai umur 20 belajar sajalah di sekolah yang biasa-biasa sajalah. Tidak perlu menjadi ranking satu.
Tapi ingat ketika kamu umur 20 sampai ke 30 itu sangat menentukan nasib kamu ke depan. Kamu harus cari kerja pada orang yang mampu memberikan motivasi yang kuat pada anda. Itu di situ harus belajar.
Nah dari 30 ke 40 itu kamu harus betul-betul bekerja secara profesional. Usia 40 ke 50, belajar mendirikan perusahaan. 50 ke 60 besarkan perusahaan itu. Dan umur 60, kamu bisa istirahat.
Dan kebetulan, saya lihat track record saya ya hampir samalah. Interval waktunya sama.
Ada orang yang memulai usaha terkendala pada soal modal. Mau meminjam uang juga takut. Nah, bagaimana Pak Chris melihat hal itu?
Kalau jaman dulu, mungkin itu. Kalau jaman sekarang ini bukan orang cari bank, bank yang cari orang. Saya punya bank, saya cari orang untuk mau saya pinjamkan. Yang penting memenuhi persyaratan perbankan. Karena bank itu adalah salah satu usaha yang disebut fully regulated. Penuh dengan peraturan.
Kalau kita mau beri usaha pabrik, perdagangan apa saja itu peraturannya bebas. Begitu dapat ijin dari perusahaan, itu selesai. Lebih kalau bank, ijinnya setengah mati.
Setelah mendapat ijin, pengawasannya setengah mati. Kalau perusahaan-perusahaan lain kan setelah dapat ijin kah sudah jalan saja sendiri. Paling yang diperiksa pajak. Kalau bank, ada OJK. OJK setiap tahun periksa dua kali. Semua isi perut kita, kegiatan bisnis, laporan, biaya apapun semua diperiksa sama dia.
Jadi tidak tabu ya, ketika seseorang memulai usaha terus meminjam uang di bank untuk modal?
Nah, cuman mau menjadi pengusaha sebetulnya modal itu urusan ke berapa begitu, mungkin urusan ke tiga. Yang paling penting itu motivasinya.
Sebab jika ingin menjadi pengusaha, harus bisa bekerja selama 15 jam, untuk anak muda. Kalau kamu cuman bisa bekerja 4-5 jam atau 7 jam, tidak bisa menjadi pengusaha.
Kalau pun jadi, tidak bisa sukses. Kecuali kamu hanya melanjutkan usaha orang tua. Kalau orang tua sudah menyediakan modal dan semuanya, tinggal kamu jalankan saja. Ya, okelah kamu bekerja 4-5 jam atau 7-8 jam, mungkin sudah bisa.
Tapi kalau kita mau bergerak dari 0, yang masih membutuhkan modal dan sebagainya harus bekerja keras dan belajar dulu menguasai faktor-faktor produksi.
Jika ingin membangun pabrik, kita harus tahu proses produksinya, bagaimana mendapatkan bahan baku yang berkualitas, bagaimana mendapatkan bahan baku yang murah, bagaimana menjual dengan harga yang efektif, bagaimana pendistribusian dan lain sebagainya. Itu butuh pengalaman penguasaan yang matang dan mantap, baru bisa mulai start.
Sebelum ingin menjadi pengusaha, harus menjadi pekerja profesional di bidangnya. Katakanlah kalian mau buka bisnis kuliner, belajar dulu jadi juru masaknya, tahu bagaimanaa cara membeli bahan baku, dan seterusnya.
Ada juga yang sudah meminjam uang di bank sebagai modal tapi gagal dalam memanfaatkan. Itu kalau Pak Chris mencermati, itu karena faktor apa ?
Salah satu mental kita itu adalah besar pasak daripada tiang. Kadang-kadang teman-teman pengusaha kita ini ya kerja proyek, katakanlah proyek 10 milyar. Dia sudah berpikir dia kerja efisien, dia akan untung 1 milyar.
Proyeknya belum selesai, untung 1 milyarnya belum dapat tapi sudah beli mobil, beli rumah, segala macam, hidup berfoya-foya lebih dulu. Namun ketika proyeknya berjalan dan untungnya tidak sampai 10 milyaran, dan apabila ada pinjaman bank dan tidak mampu membayar, itu akan mulai ada utang. Padahal menjadi pengusaha itu, salah satu kunci usahanya ialah kemampuan akumulasi modal.
Apa harapan pa Christofel ?
Harapan saya, Kadin ini harus menjadi organisasi pengusaha yang bisa merangkul seluruh pengusaha. Dan yang namanya pengusaha di Kadin itu adalah pengusaha-pengusaha senior yang sudah mempunyai track record atau bukti bahwa dia mampu menjalankan usahanya.
Karena dalam dunia usaha akan ada naik turun, ada kita yang di usia 30/40 usahanya kita maju. Usia 40/50 turun. Itu tidak sedikit, teman-teman saya yang aktif di Hipmi, terus sekarang usahanya tidak berkembang.
Jadi kepemimpinan Kadin itu membutuhkan figur yang paling penting itu integritasnya, kejujurannya dan keterbukaan/transparansinya.
Sehingga dia bisa dijadikan panutan dan teladan dengan dia mampu merangkul semua komponen pengusaha, baik seluruh asosiasi pengusaha yang ada di NTT.
Merangkul semua pengusaha-pengusaha yang ada di NTT yang terutama merupakan aktivis-aktivis organisasi di Kadin maupun yang ada di Hipmi dan terbukti track recordnya pengalaman, mempunyai kepemimpinan sehingga pantas dan berkompeten memimpin organisasi pengusaha ini dan bisa dijadikan mitra terpercaya oleh pemerintah dan bisa diandalkan oleh pemerintah menjadi mitranya untuk membantu dan menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah dalam membangun ekonomi di NTT. *)\
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bank-christa-jaya-torehkan-prestasi-sembilan-nasional_20160801_220309.jpg)