Berita Pemprov NTT
Politeknik Pertanian Negeri Kupang Selenggarakan Lokakarya Kurikulum D4
serapan untuk alumni Politani itu jauh lebih baik sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat dan dunia kerja
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum D4, Jumat, 03/12/2021.
Ketua Panitia Lokakarya Kurikulum D5, Noldin Abola, S.P., M.Sc mengungkapkan, peserta kegiatan kurang lebih 40 orang dan kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari.
"Hari pertama mendapatkan masukan dari narasumber dari alumni maupun dunia usaha dunia industri (DUDI) untuk kami bisa mengkolaborasi masukan - masukan itu dalam kurikulum yang sudah kami susun," kata Noldin.
"Kami dari program diploma tiga sekarang menjadi tuntutannya adalah kita harus upgrade menjadi diploma empat atau setara dengan sarjana terapan jadi kita sudah melokakarya kurikulum dalam arti kurikulum yang dibentuk oleh tim kita melokakaryakan mengundang narasumber kemudian dari dunia usaha dunia industri juga kami libatkan, ada alumni memberikan masukan kepada kurikulum," lanjutnya.
Baca juga: Menparekraf RI Sandiaga Uno Apresiasi Capaian Vaksinasi di Manggarai Barat
Tiga narasumber yang hadir dalam lokakarya tersebut adalah dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian BPTP Naibonat Dr. Toni Basuki, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi NTT, Mikdon Abola dan salah satu alumni yang menjadi wirausahawan dengan mengembangkan Smart Farming System, Yance Maring.
"Ini petani - petani milenial jadi kita mengundang dari BPTP karena kaitannya dengan mungkin ada pengkajian - pengkajian leknologi, khususnya untuk serapan alumni, kira - kira kompetensi apa yang dunia usaha maupun dunia industri itu membutuhkan seperti apa memberi masukan untuk kurikulum kita. Mungkin bahan kajiannya, mata kuliah atau soft skill apa yang dibutuhkan oleh mereka. Kami melihat supaya ada mix and matchnya dari dunia kampus maupun dunia Industri sehingga ketika mereka keluar mereka memiliki seperangkat kompetensi yang memang dibutuhkan di luar (dunia usaha)," jelas Noldin.
Setelah diproses, akan ada penetapan ditingkat senar baru kemudian diajukan permohonan ke DIKTI untuk program studi ini terbentuk dari D3 ke D4 baru kurikulumnya diperkenalkan dengan baik.
"Dengan upgrade dari D3 ke D4 artinya makin banyak membuka peluang alumni - alumni kita itu terserap di dunia kerja, mereka dibekali dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka yang baik, mereka bisa menjadi enterpreneurship, mereka bisa membuka lapangan kerja karena karena jiwa vokasi kita adalah kewirausahaan berarti mereka juga mampu secara pengetahuan sikap dan keterampilan mereka," ujar Noldin.
Baca juga: Temuan BPK, Pemprov NTT Ajukan Ranperda Penyertaan Modal Bank NTT
"Harapan kami adalah pertanian Indonesia khususnya NTT yang lahan Kering semakin maju dan serapan untuk alumni Politani itu jauh lebih baik sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat dan dunia kerja," tambahnya.
Direktur Politani Kupang Ir. Thomas Lapenangga M.S., mengatakan, 7 dari 8 prodi di Politani Kupang yang akan diupgrade dari D3 ke D4 adalah Produksi Ternak, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Manajemen Pertanian Lahan Kering, Manajemen Agribisnis, Teknologi Pangan, Manajemen Sumber Daya Hutan dan Budidaya Perikanan.
"Yang satu belum diupgrade karena memang bidangnya itu sangat erat dengan kedokteran hewan jadi kita harus hati - hati dan kita juga harus melihat dengan beberapa organisasi yang mendukung kegiatan dibidang kesehatan hewan, kita harus konsultasi lagi dengan mereka," ungkap Thomas.
Lanjut dia, tujuh prodi tersebut diupgrade ke D4 karena sistem penerimaan mahasiswa baru jika dibandingkan dengan sebelumnya, saat ini akan disamakan tingkatan dengan universitas, menjadi sarjana terapan.
Baca juga: Jadi Temuan BPK, Pemprov NTT Ajukan Ranperda Penyertaan Modal Bank NTT
"Mudah - mudahan diawal tahun depan atau tahun 2022 nanti program D3 kami semua sudah diupgrade ke D4," ujarnya.
Lanjut dia, karena pendidikan vokasi D4 atau setara S1 harus ada penelitian, maka enelitian - penelitian ini diharapkan kepada lingkungan sekitar kampu, dunia usaha dunia Industri dan dunia kerja.
"Nah itu kita penelitian diarahkan ke situ semua jadi misalnya, sekarang awal musim hujan ini kita di NTT masalah apa yang paling bermasalah untuk saudara - saudara kita yang bertani. Itu nanti tugas akhir mahasiwa kita arahkan ke situ untuk menjawab kebutuhan dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh petani," jelas Thomas.
Thomas mengungkapkan, Politani bertugas membina orang muda terutama orang muda NTT yang pada umumnya ada di Politani.
"Orang muda ini kalau teman - teman lihat, orang muda yang ada di kampus kami ini beda dengan orang muda di kampus lain. Beda itu kenapa? Kalau di kampus lain mungkin orangtua itu latar belakangnya ada yang pegawai ada yang macam - macam lah. Kalau di sini 95 persen latar belakang orangtua petani semua dari semua kampung yang ada di NTT. Jadi cari yang orangtua pegawai paling sekitar 5 persen dari hampir empat ribu mahasiwa," jelasnya.
Baca juga: Jadi Temuan BPK, Pemprov NTT Ajukan Ranperda Penyertaan Modal Bank NTT
Karena tahun depan akan ada pergantian Direktur pada bulan September, Thomas berharap program - program yang sudah direncanakan oleh pusat bisa diterjemahkan dengan baik di daerah ini dan bisa dilaksanakan untuk saling melayani di dunia pendidikan NTT.
"Misalnya terkait kenaikan harga sayur di pasaran, Politani harus jawab bagaimana untuk paling tidak, musim hujan bisa manipulasi keadaan sehingga bisa tanam lombok tomat, jadi musim hujan juga masyarakat bisa produksi tomat,ombok dan juga sayur - sayuran. Nah itu tugas kita," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/lokakarya-kurikulum-d4-politani-kupang.jpg)