Breaking News:

Berita Sumba Timur

Soal Lahan Ranch Sapi, Gubernur Viktor Laiskodat dan Warga Desa Berdebat Sengit

Soal Lahan Ranch Sapi, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Warga Desa Berdebat Sengit

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Tangkapan Layar - Gubernur Viktor Laiskodat saat beradu argumen dengan warga di Desa Kabaru, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu 27 November 2021. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Warga Desa Kabaru, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur terlibat adu argumen dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Gubernur Viktor Laiskodat bahkan sempat mengeluarkan ancaman kepada warga saat itu.

Rekaman video adu argumen yang melibatkan orang nomor satu di provinsi dengan warga yang merupakan tuan tanah itu viral di berbagai media sosial sejak Sabtu, 27 November 2021 malam.

Berdasarkan keterangan Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, kejadian itu berlangsung, Sabtu 27 November 2021 siang saat Gubernur Viktor laiskodat mengunjungi Desa Kabaru, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, dalam rangkaian kunjungan kerja 3 hari di Kabupaten Sumba Timur. Gubernur didampingi Staf Khusus Stef Bria Seran dan Bupati Belu, Agustinus Taolin.

Saat ditemui warga di lokasi itu, Gubernur Viktor Laiskodat menyampaikan bahwa di lokasi tersebut akan segera dibangun ranch Sapi Wagyu yang diproyeksikan untuk menghasilkan daging sapi premium bagi NTT.

"Tanah ini milik provinsi, dikerjakan untuk kepentingan rakyat orang Sumba dan NTT. Yang berbeda, berhadapan dengan saya. Saya mau ini diurus dengan benar, jangan ganggu," ujar Gubernur Viktor Laiskodat.

Namun, penyampaian tersebut dipertanyakan Umbu Maramba Hawu, seorang tuan tanah dan bangsawan dari wilayah setempat.

Kepada Gubernur Viktor Laiskodat, Umbu Maramba Hawu mempertanyakan status tanah yang akan dijadikan sebagai lokasi ranch sapi Wagyu Pemerintah Provinsi NTT itu.

Menurut Maramba yang tinggal di Kampung Rende Prayawang, Desa Rindi itu, tanah tersebut masih menjadi tanah ulayat dan bukan tanah milik Provinsi NTT sebagaimana disebut Gubernur Viktor Laiskodat. Ia mempertanyakan legitimasi penyerahan tanah tersebut kepada Pemerintah Provinsi NTT.

"Saya hanya mau minta tolong surat penyerahan itu siapa yang serahkan? Dan saya juga gara-gara tanah ini mau mati. Saya punya tanah, tidak mungkin saya serahkan begitu saja, karena tidak ada surat penyerahan dari saya punya orang tua," ujar Umbu Maramba Hawu kepada Gubernur Viktor Laiskodat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved