Sabtu, 11 April 2026

Berita NTT

Pererat Solidaritas Antar Umat Beragama, HM Darwis Bantu Pembangunan Gereja di Rote Ndao

Mempererat solidaritas antar umat beragama, seorang tokoh muslim di NTT H. Muhammad Darwis memberikan bantuan untuk pembangunan salah satu Gereja di K

Penulis: Ray Rebon | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Situasi Jemaat GSJA Solideo Batuleli sedang bergotong royong mengangkat bantuan dari HM Darwis. 

Pererat Solidaritas Antar Umat Beragama, HM Darwis Bantu Pembangunan Gereja di Rote Ndao

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM | ROTE NDAO-- Mempererat solidaritas antar umat beragama, seorang tokoh muslim di NTT H. Muhammad Darwis memberikan bantuan untuk pembangunan salah satu Gereja di Kabupaten Rote Ndao.

Gereja tersebut yakni, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Solideo Batuleli yang terletak di Desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao.

"Hari ini kami jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Solideo Batuleli, Desa Lidamanu Kecamatan Rote Tengah, merasa sangat bersyukur. Sebab, tanpa diduga, ada bantuan yang dikirim kepada kami," kata Gembala Sidang GSJA Solideo Batuleli, Deldi Jhon Ndaumanu.

Menurut dia, bantuan atau sumbangan ini diberikan oleh seorang tokoh, yang walau berbeda keyakinan tapi rela berbagi berkatnya kepada mereka.

Baca juga: Bos Kevin Nugroho Tak Jadi Ikut Konvoi Suporter Persis Solo : Terlanjur Beli Helm

Kata dia, dengan memberikan bantuan bahan material bangunan guna membantu meringankan proses pembangunan gereja.

"Kami yakini, bahwa ini terjadi karena ada campur  tangan Tuhan. Sebab, walau kami tak mengenal pak Haji Darwis, tetapi beliau 'digerakan' untuk mau membantu kami," ungkap dia

"Bantuan ini merupakan suatu hal yang luar biasa, yang Tuhan nyatakan melalui pak Haji Darwis, kepada kami sebagai umat Kristiani," lanjut dia

Dia menceriterakan bahwa pada tahun 2019 lalu, atas kesepakatan jemaat, mereka merencanakan untuk membangun gedung gereja baru. Sebab, gedung yang selama ini digunakan untuk beribadah, mulai retak pada bagian tembok dan lantai karena kondisi tanah yang tidak mendukung.

Sehingga mereka sepakat untuk mencari lokasi lain untuk membangun gedung yang baru dengan biaya pembangunan masing-masing Kepala Keluarga (KK) dibebankan biaya senilai Rp. 1.000.000. Namun, dalam perjalananya, mulai mewabah virus Covid-19, dan berdampak pada penghasilan jemaat yang rata-rata berprofesi sebagai petani, yang berjumlah 8 Kepala Keluarga, dengan anggota jemaat (jiwa) kurang dari 50 orang.

Hingga pada tahun 2020 lalu, melalui persepuluhan padi yang dikumpulkan jemaat, kemudian diuangkan agar bisa membangun, dengan harapan terus melanjutkan pembangunanya. 

Tetapi situasi dan kondisi yang belum pulih akibat Pandemi Covid-19, akhirnya pembangunan langsung terhenti, dengan hanya bisa membangun fondasi gedung.

Walau demikian, "kami masih terus berusaha agar bisa melanjutkan pembangunanya. Sehingga pada pertengahan tahun ini, sekitar bulan Juli, kemudian kami kembali bersepakat untuk melanjutkan, walau belum memiliki dana yang cukup," tuturnya

Ia maupun seluruh jemaat terus membawakan hal itu sebagai pergumulan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved