Breaking News:

Berita Flores Timur

Olahraga Selancar Jadi Ekstrakurikuler Pelajar SMPN 3 Wulanggitang Flotim

Olahraga Selancar Menjadi Ekstrakurikuler Pelajar SMPN 3 Wulanggitang Kabupaten Flores Timur

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Penyerahan papan selancar kepada lembaga SMPN 3 Wulanggitang sebagai kegiatan ekstrakurikuler 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak saja memiliki wisata religius Semana Santa yang mendunia, namun juga memiliki panorama alam pantai yang indah. Salah satunya adalah Pasir Timbul di Dusun Meko, Kecamatan Witihama. 

Di balik keindahan alam yang mempesona, pantai di Flotim juga menyimpan potensi lain yaitu sebagai arena surfing atau popular disebut selancar. Sebagai propinsi kepulauan, NTT memiliki banyak pantai dengan memiliki ombak yang besar. Pantai dengan ombak besar ini sangat bagus untuk aktivitas surfing atau selancar. Tidak heran NTT menjadi surga bagi para peselancar.

Selain Nemberala di Kabupaten Rote Ndao yang sudah mendunia, kabupaten Flores Timur juga memiliki pantai dengan ombak yang menjanjikan bagi para peselancar. Pantai Rako namanya. Sebuah pantai di wilayah Selatan kecamatan Wulanggitang, tepatnya di desa Hewa. Pantai yang menghadap ke laut Sawu ini memiliki hamparan pasir putih dan juga ombak yang cocok untuk aktivitas selancar.

Untuk mempopulerkan olahraga selancar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur dalam kegiatan Festival Bale Nagi, 2019 silam menyisipkan satu kegiatan eksebisi selancar di pantai Rako.

Baca juga: Guru SMPN 3 Wulanggitang Flores Timur Sabet Juara 1 Lomba Menulis Feature

Awal yang baik ini ditindaklanjuti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur dengan mengadakan kegiatan pelatihan pemandu wisata alam selancar di pantai Rako, Senin-Rabu (21-24/11/2021).

Dalam pelatihan itu, dinas pariwisata menghadirkan beberapa instruktur dari Rote Ndao yakni, Rudolf O. J. Frans Mandeto, Yohanes Duad Killy dan Daniel Killy. Ketiga instruktur yang tergabung dalam Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) memberikan pelatihan selancar kepada para peserta pelatihan selama tiga hari.

Siswa SMP Negeri 3 Wulanggitang mendapat kesempatan baik karena diundang menjadi peserta dalam pelatihan selancar ini. Sebanyak 20 siswa yang berasal dari desa-desa di pantai Selatan Wulanggitang diutus menjadi peserta bersama dua orang pendamping, Bachtiar Aziz Syahbana dan Hendrikus Reo.

"Dalam pelatihan ini para peserta tidak hanya mendapat teori tentang selancar tetapi lebih banyak melakukan praktek berselancar. Berlatih berdiri di atas papan selancar sambil meluncur dengan ombak," ujar Kepala Dinas Pariwisata Flotim, Petrus Pemeng Liku kepada wartawan, Sabtu 27 November 2021.

Ia mengatakan, kemampuan menaklukkan ombak ini membawa dua siswa SMPN 3 Wulanggitang terpilih sebagai peserta terbaik, yaitu Yohanes Mario Beda Rotan dan Antonius Solo Soge. Atas prestasi kedua siswa ini, mereka dihadiahi sebuah papan selancar. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved