Breaking News:

Berita NTT

Forum PRB NTT Gandeng Elemen Terkait Baksos Penanaman Anakan di Area Bencana

Forum Pengurangan Risiko Bencana ( FPRB) NTT menggandeng elemen terkait melaksanakan bakti sosial (baksos) terutama di area rawan bencana

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Dok. Elfrid V Saneh
Kegiatan baksos di Gereja GMIT Betania Nefo, Desa Tunbaun, Amarasi Barat, Kabupaten Kupang difasilitasi Forum PRB NTT, Jumat (26/11/2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Salah satu upaya dalam membangun ketangguhan bangsa, Forum Pengurangan Risiko Bencana ( FPRB) NTT menggandeng elemen terkait melaksanakan bakti sosial (baksos) terutama di area rawan bencana.

 Forum PRB NTT berkolaborasi dengan Yayasan PIKUL melalui Program ICDRC – YFF dan Kaum Bapa SINODE GMIT menanam anakan tanaman umur panjang di area Gereja GMIT Betania Nefo, Desa Tunbaun, Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

Mengutip rilis berita dari anggota Forum PRB NTT, Elfrid V Saneh yang dikirim ke Pos-Kupang, Minggu (28/11/2021) disebutkan, sejak Maret 2020, Forum PRB NTT menjalin kerjasama dengan para pihak.

Dia menyebut kolaborasi dengan  Perkumpulan PIKUL yang di dukung Oxfam untuk melaksanakan aktivitas tangguh bencana di NTT. 

Termasuk  dalam mendukung Komunitas Tangguh Iklim dan Bencana di Indonesia atau Indonesia Climate and Disaster Resilient Communities (ICDRC). 

Aktivitas utama dari program ini adalah aktivasi jalur koordinasi dan komuikasi, penguatan stakeholder pentahelix bersama OPD terkait mitigasi, siaga bencana dan respon bencana serta penghidupan berkelanjutan.

Dijelaskan, berbagai peristiwa bencana alam juga ancaman bencana sosial seperti konflik dan kerusuhan sosial juga datang silih berganti setiap tahun. Ini  menjadi tanggung jawab bersama dan perlu kesiapsiagaan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Untuk itu, kata Elfrid Saneh, Bakti sosial dan tanam pohon bersama pelaku usaha/UMKM ini menjadi gerakan kepedulian terhadap lingkungan dalam pengurangan resiko bencana di tengah masyarakat. 

"Desa Tunbaun yang pada bencana Seroja lalu menjadi lokasi baksos. Ini untuk pemulihan dan pencegahan kerugian lanjutan dari kondisi alam dan perubahan iklim yang terjadi saat ini," kata Elfrid.

 Kegiatan ini didukung oleh Program Komunitas Tangguh Iklim dan Bencana di Indonesia atau Indonesia Climate and Disaster Resilient Communities (ICDRC) lewat Penguatan Petani Muda Perempuan (Young Female Farmer) atau YFF bersama dengan FPRB Kabupaten Kupang.

"Baksos dilaksanakan  pada Jumat 26 November 2021 bertempat di Gereja GMIT Betania Nefo- Desa Tunbaun, berupa penanaman anakan," jelasnya.

Turut terlibat  jajaran Bank BNI, BPR TLM, Hotel Sotis, Hotel Neo Aston dan Hotel Aston Kupang juga hadir Camat Amarasi Barat,  Ch Nenoharan, juga  Sekretaris Pengurus Kaum Bapak Sinode GMIT Haris Oematan.(*)

Baca Berit NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved