Breaking News:

Berita Nasional

Presiden Jokowi Jengkel, Rp 262 Triliun Dana Pemda Masih Tersimpan di Bank

Hingga hari ini tampaknya Pemda di seluruh Indonesia belum maksimal memanfaatkan anggaran untuk berbagai kegiatan pembangunan di daerahnya.

Editor: Agustinus Sape
Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan kepada jajaran komisaris dan direksi PT PLN dan PT Pertamina, Selasa 16 November 2021. 

Presiden Jokowi Jengkel, Rp 262 Triliun Dana Pemda Masih Tersimpan di Bank

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Tahun Anggaran 2021 tinggal sebulan lagi. Idealnya, seluruh anggaran tuntas hingga akhir tahun.

Namun, hingga hari ini tampaknya Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia belum maksimal memanfaatkan anggaran untuk berbagai kegiatan pembangunan di daerahnya.

Itulah sebabnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa jengkel karena terkesan menggunakan uang sendiri saja Pemda belum mampu, apalagi menggunakan dana dari investor.   

Presiden Jokowi mengetahui keadaan ini berdasarkan laporan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang menyebutkan dana Pemda di bank pagi ini mencapai Rp 226 triliun. Padahal akhir Oktober 2021 lalu, anggarannya lebih kecil, yakni sekitar Rp 170 triliun.

"Saya dulu peringatkan di Oktober (karena ada anggaran menganggur) Rp 170 triliun. Ini naik menjadi Rp 226 triliun. Ini perlu saya ingatkan, uang kita sendiri saja tidak digunakan, kok ngejar orang lain untuk uangnya masuk. Logikanya enggak kena," kata Jokowi dalam Rakornas dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu 24 November 2021.

Padahal, kata Jokowi, sepertiga dana APBN disalurkan kepada Pemda karena adanya otonomi daerah.

Tercatat, ada sekitar Rp 642 triliun dana APBN yang disalurkan kepada pemerintah daerah.

Sayangnya, Pemda kerap lelet menyerap anggaran sehingga dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum di wilayah masing-masing justru masih mengendap di bank.

"Tapi saya harus ngomong apa adanya. Kita tahu defisit APBN tidak kecil, Rp 548 triliun. Sebagian dari APBN dikirim melalui transfer ke daerah sebanyak Rp 642 triliun baik provinsi, kabupaten. Uangnya ada di APBD provinsi atau kabupaten atau kota."

"Artinya, itu uang yang siap Rp 642 triliun. Kita belum gunakan uangnya orang lain, uang yang kita sendiri saja, Rp 642 triliun. Saya harus ngomong apa adanya, masih ada tadi pagi (uang Pemda di bank). Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi. Tidak turun, justru naik," beber Jokowi.

Untuk itu, Jokowi mengimbau Pemda, baik gubernur maupun bupati/walikota, segera menghabiskan anggaran sebelum menarik investasi. Bila dana yang berasal dari dua sumber itu terealisasi dengan baik, maka multiplier effect-nya pun akan tercipta.

"Uang kita sendiri dihabiskan segera, direalisasikan segera, baru cari investor untuk uang datang. Logika ekonominya seperti itu. Ini masih Rp 226 triliun, lho. Gede sekali ini," pungkas Jokowi.*

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Jengkel dengan Pemda yang Uangnya Banyak Nganggur di Bank"

Berita nasional lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved