Breaking News:

Berita Olahraga

Pandemi Covid Hambat Pelaksanaan Pelatihan Pelatih Pelti NTT

Pandemi Covid 19 menjadi salah satu penghambat rencana program pelaksanaan pelatihan pelatih dan wasit Pengurus Provinsi Pelti NTT

Editor: Ferry Ndoen
foto kiriman Rudy Basuki
Ketua Umum Pengprov Pelti NTT, dr. Ari Wijana bersama Ketua Harian Pelti NTT, Juvenile Djodjana dan Sekum Pengprov Pelti NTT, Rudy Basuki (kiri) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Pandemi Covid 19 menjadi salah satu penghambat rencana program pelaksanaan pelatihan pelatih dan wasit Pengurus Provinsi Pelti NTT.

Ketua Umum Pengprov Pelti NTT, dr. Ari Wijana melalui Sekretaris Umum Pengprov Pelti NTT, Rudy Basuki saat diwawancarai wartawan Pos Kupang.com, via whatsapp, Rabu 24 November 2021 menjelaskan,  rencana tersebut terpaksa dipending karena bergejolaknya pandemi covid 19.

"Rencana pelaksanaan program pelatihan pelatih dan wasit Pelti kabupaten/kota terpaksa dipending karena adanya pandemi covid yang meningkat. Kita geser tahun ini 2022 dengan jumlah peserta 24 orang atau tiap pengcab kabupaten/kota mengutus 2 - 4 orang.," jelas Rudy.

Pelatihan pelatih dengan lisensi pelatih bertaraf standar internasional  akan dilaksanakan selama 1 minggu ." Pelti NTT juga akan melaksanakan even dalam daerah minimal 3 kali dalam setahun dengan biaya sendiri (mandiri)," jelasnya.

Baca juga: Ini Fokus Pelatih Baru Mutiara Alfredo Vera di Liga 1 Pasca Persipura Jayapura Di Zona Degradasi

Tentang dukungan pemerintah dalam hal ini KONI NTT terhadap Pelti NTT, Rudy secara gamblang mengaku pemerintah melalui wadah KONI NTT selama ini tidak pernah memberikan dukungan dana kepada Pelti NTT.

"Kita cinta olahraga, kita cinta tenis dan tenis sudah menjadi bagian darah daging kami, Pelti NTT pun tidak pernah bergantung kepada bantuan pemerintah melalui KONI NTT karena dari awal Pelti NTT tidak pernah mendapat dukungan dana karena dianggap bukan cabang olahraga skala super prioritas," aku Rudy.

Dia mengakui sudah  membangun komunikasi dengan unsur KONI NTT, termasuk saat mau diadakan kegiatan berskala nasional namun selalu jawaban klasik yang sama KONI tidak ada dana dan tenis bukan cabor skala super prioritas.

"Pelti NTT tetap melakukan pembinaan petenis usia dini dan remaja untuk pembibitan. Kita tidak pernah bergantung kepada bantuan pemerintah. Padahal fungsi KONI mendorong dan mendukung cabang olahraga untuk meraih prestasi.

"Untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) Pelti NTT  juga harus bergerak sendiri tanpa ada dukungan KONI karena selalu berdalil pada bukan cabor skala super prioritas. Padahal, kita ingin berkolaborasi bahkan sudah dibahas di saat rakerda KONI dan masuk dalam usulan program kerja. Itu pun Pelti NTT ingin berkolaborasi dan bukan semata dari KONI. Tapi jawaban klasik selalu saja muncul," ujarnya.

Rudy mengakui, saat ini Pelti NTT terus menggenjot pembibitan melalui program pelatihan anak usia dini  di kabupaten/kota. "Petenis usia dini terus kita dorong sehingga ke depan bisa mengikuti even berskala lokal, nasional dan internasional," paparnya. *)

Berita Olahraga Lainnya :

Ketua Umum Pengprov Pelti NTT, dr. Ari Wijana dan Sekum Pelti NTT, Rudy Basuki (kiri)
Ketua Umum Pengprov Pelti NTT, dr. Ari Wijana dan Sekum Pelti NTT, Rudy Basuki (kiri) (foto kiriman Rudy Basuki)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved