Berita Flores Timur
Pembanguan Rumah Korban Bencana Adonara Belum Rampung
PT Adi Karya juga sedang membangun fasilitas umum berupa, kantor desa dan gedung paud di desa Oyang Barang.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA--Pembangunan rumah bagi korban bencana di pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Desa Oyang Barang, Desa Waiburak dan Desa Nelelamadike ditargetkan rampung Desember ini.
Namun, hingga kini progres pengerjaan belum mencapai 100 persen.
Kepala Dinas Perumahan Flores Timur, Edu Fernandez mengatakan, secara keseluruhan, target penyelesaian pengerjaan rumah korban bencana alam itu hingga bulan Desember ini.
Namun, ada beberapa kendala seperti, lamanya pendropingan material dan juga adanya pemberlakuan PPKM di masa pandemi covid-19.
"Target secara keseluruhan memang Desember ini, tapi dalam prosesnya ada kendala. Hampir sebagian material diambil dari Surabaya. Ini yang memperlambat, karena harga material Surabaya yang dipakai. Material tidak diambil sini. Juga PPKM membuat tenaga kerja yang paling banyak dari Jawa, kesulitan ke sini. Makanya, waktu pengerjaannya molor," ujarnya kepada wartawan, Rabu 17 November 2021.
Baca juga: Ini Rangkaian Acara Puncak Hari Guru Nasional di Flores Timur
Ia menjelaskan, untuk di Oyang Barang saat ini progres pembangunan sudah mencapai 98 persen. Sementara di Saosina, dari 200 unit sudah 60 unit yang dibangun.
Sedangkan di Nelelamadike, dari 50 unit sudah 30 unit yang dikerjakan.
"Untuk Oyang Barang rumahnya sudah selesai, tinggal pembenahan landscape. Urukan dikasih rata, dibenahi lagi," katanya.
Selain rumah untuk korban, kata dia, PT Adi Karya juga sedang membangun fasilitas umum berupa, kantor desa dan gedung paud di desa Oyang Barang.
"Pembangunannya sementara jalan," tandasnya.
Untuk diketahui, pemerintah pusat telah menganggarkan pembangunan 300 unit rumah untuk korban bencana Seroja 4 April lalu di tiga desa yakni, desa Oyang Barang 50 unit, Nelelamadike 50 unit dan 200 unit bagi korban bencana Waiburak yang dibangun di desa Saosina.
Sesuai rekomendasi kementerian PUPR, 300 unit rumah itu dibangun dengan model Risha (rumah instan sehat sederhana) dengan tipe 36. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/edu-fernandez.jpg)