Rabu, 15 April 2026

Berita Sikka

Banjir di Waioti, Warga Rugi Jutaan Rupiah Hingga Kesehatan Terancam

Puluhan rumah warga Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT terendam banjir dengan kadar air setinggi lutut orang dewasa

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Banjir di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM,  MAUMERE-Intensitas hujan tinggi sejak Sabtu, 20 November 2021 malam hingga Minggu, 21 November 2021 pagi membuat puluhan rumah warga Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT terendam banjir dengan kadar air setinggi lutut orang dewasa.

Akibatnya, perabot rumah tangga dan alat elektronik rawan terendam air hingga rusak. Selain perabot rumah tangga, hewan ternak milik warga pun mati.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu, 21 November 2021 pagi, seekor ternak babi milik David mati akibat terendam banjir semalaman penuh.

"Saya punya babi mati mungkin sekitar malam tadi," ujar David tepat disamping ternak babinya.

Selama memelihara, kata dia, peristiwa seperti ini bukan terjadi kali ini. Beberapa tahun belakangan juga kerap tewaskan hewan ternaknya yang ia pelihara di depan rumah.

Baca juga: Banjir Kepung Kelurahan Waioti Sikka, Warga Panik Pemukiman Jadi Kolam

David yang sehari-hari sebagai pekerja serabutan megalami kerugiaan jutaan rupiah. Lebih-lebih presensi ternak babi yang saat ini defisit akibat terpaan virus ASF beberapa waktu lalu membuat harga babi berpotensi naik drastis.

Ibu Mince, salah seorang warga terdampak banjir pun mengatakan hal serupa. Menurutnya, saat banjir tiba, mereka kesulitan memasak lantaran perabot dapur terendam air.

"Kami tidak bisa masak karena kompor terendam air. Ada juga yang sampai rusak", ujarnya saat bersama anggota keluarga membereskan beberapa perabot rumah tangga dari genangan air.

Curah hujan yang tinggi hingga banjir membuat warga kesulitan untuk beristirahat. Mereka sering terjaga lantaran genangan air dalam rumah setinggi betis orang dewasa.

Ketua RT 08, Nikolaus Ago berharap agar Pemda Sikka sigap menganggulangi hal ini, salah satunya merenovasi semua saluran air disepanjang jalan.

"Kami berharap Pemda Sikka segera renovasi saluran air. Karena wilayah Waioti adalah sasaran banjir setiap tahunnya," ujarnya, didampingi Ketua RT 09, Emilius Kedeo.

Ketua RT 09, Emilius Kedeo menjelaskan, genangan banjir semacam ini sangat mengganggu kesehatan masyarakat, salah demam berdarah.

"Kami berharap Pemerintah secepat mungkin mengatasi masalah ini. Genangan air bisa jadi sarang nyamuk demam berdarah," tuturnya.(*)

Baca Berita Sikka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved