Selasa, 14 April 2026

Berita Ende

Pasca Banjir Pemerintah Belum Respon Ende Kembali Diguyur Hujan Deras

Wilayah Kota Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur ( NTT) kembali diguyur hujan deras, Jumat 19 November 2021

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kota Ende diguyur hujan deras, Jumat 19 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Wilayah Kota Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur ( NTT) kembali diguyur hujan deras, Jumat 19 November 2021, sekitar pukul 14.00 Wita.

Hujan deras ini membuat warga Kota Ende kian bingung, pasalnya mereka belum selesai membersihkan sisa banjir malam tadi, malah hujan deras datang lagi.

Lebih buruk lagi, menurut pengakuan warga, sejak tadi malam, tidak ada petugas dari dinas terkait yang datang membantu warga atasi banjir.

Warga yang sudah susah payah membersihkan peralatan rumah tangga dan barang elektronik, bingung kemana barang - barang tersebut ditempatkan.

Sebelumnya diberitakan POS-KUPANG.COM, Warga terdampak banjir di Jl. Ahmad Yani, Kota Ende, kesal karena hingga saat ini belum ada respon dari Pemerintah Kabupaten Ende pasca banjir malam tadi, Kamis 18 November 2021.

Baca juga: Penjual Roti di Kota Ende Nyaris Tewas Terseret Banjir

Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat, 19 November 2021, warga sibuk membersihkan lumpur di rumah mereka yang sebelumnya terendam banjir. "Tadi ada pejabat, lurah, Kecamatan tapi hanya datang pantau saja, lalu pulang," keluh warga.

Mereka terpaksa mengeluarkan semua peralatan rumah tangga dan barang - barang elektronik yang basah. Barang - barang tersebut untuk sementara di kumpulkan di pinggir Jl. Ahmad Yani.

Mereka juga kesal, Pemkab Ende terkesan cuek dengan masalah banjir. Padahal banjir sudah seringkali terjadi di Jl. Ahmad Yani dan sejumlah titik lainnya di area Kota Ende.

Kalsim, salah satu ibu, kepada POS-KUPANG.COM, menceritakan, malam tadi, terjadi hujan lebat. Air meluap dari drainase, tembok penahan di depan rumah warga jebol lalu air masuk ke halaman dan rumah warga.

Bahkan menurutnya, air mencapai lutut hingga leher orang dewasa. "Air sampai di leher. Kami takut. Kami di naik di tembok teras terus ada orang datang bantu kami," ujar Kalsim.

Menurutnya, ada sekitar empat hingga lima rumah warga yang terdampak banjir, yang airnya mencapai lutut dan leher orang dewasa. "Tetapi kalau air masuk ke dalam rumah itu banyak, dan sudah sering," keluhnya.

Kalsim dan warga setempat saat ini sibuk membersihkan rumah mereka. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Ende, secepatnya memikirkan solusi agar banjir tidak terjadi lagi di Jl. Ahmad Yani.

Penjual Roti Nyaris Tewas Terseret Banjir

Sementara itu, Wiyatmo (41) penjual roti di Kota Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris tewas karena terseret arus banjir.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved