Breaking News:

Tips Sehat

Waspada dan Kenali Gejala Penyakit Stroke, Banyak Serang Usia Muda

Stroke adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera. Tindakan dini dapat mengurangi kerusakan otak dan komplikasi lainnya.

Editor: Eflin Rote
(Shutterstock) via Kompas.com
Ilustrasi stroke 

POS-KUPANG.COM - Kenali tanda dan gejala penyakit stroke. Di tengah gaya hidup yang tidak sehat, banyak orang usia muda sudah terkena penyakit stroke.

Stroke adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera. Tindakan dini dapat mengurangi kerusakan otak dan komplikasi lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuliskan, stroke adalah keadaan ditemukannya tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung selama 24 jam atau lebih, serta dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular.

Baca juga: Gejala Penyakit Ini BIsa Dilihat Dari Perubahan Warna Kuku, Cek Kuku di Pagi Hari

Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah, yang berakibat sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen, sehingga mengalami kematian sel atau jaringan. Melansir Mayoclinic, stroke dapat membuat sel-sel otak mulai mati dalam hitungan menit. Perawatan yang efektif dapat membantu mencegah kecacatan akibat stroke.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sekitar 80 persen masyarakat Indonesia tak mengetahui gejala dari penyakit stroke. Akibatnya, masyarakat sering terlambat membawa penderita stroke berobat ke rumah sakit.

Jenis stroke 

Terdapat dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik (stroke sumbatan) dan stroke hemoragik (stroke berdarah).

Baca juga: Bisa Sebabkan Infeksi ke Bagian Tubuh Lain, Kenali Gejala Penyakit Usus Buntu

  • Stroke iskemik

Stroke iskemik yang paling sering terjadi antara lain stroke emboli dan stroke trombotik. Pada stroke emboli, terjadi bekuan darah atau plak yang terbentuk di dalam jantung atau pembuluh arteri besar yang terangkut menuju ke otak. Sementara stroke trombotik, yaitu bekuan darah atau plak, terbentuk di dalam pembuluh arteri yang mensuplai darah ke otak.

  • Stroke hemoragik

Pendarahan intraserebral terjadi pecahnya pembuluh darah, dan darah masuk ke dalam jaringan yang menyebabkan sel-sel otak mati sehingga berdampak pada kerja otak berhenti. Ini paling sering disebabkan oleh hipertensi. Sedangkan pendarahan subarachnoid merupakan pecahnya pembuluh darah yang berdekatan dengan permukaan otak dan darah bocor di antara otak dan tulang tengkorak. Penyebabnya berbeda-beda, tapi biasanya karena pecahnya aneurisma.

Baca juga: Sesak Napas Gejala Penyakit Apa? Ini 3 Penyebab Utama Sesak Napas

Faktor risiko stroke yang bisa diubah

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved