Berita Sikka
Jenasah Suster Estho, Pejuang HAM NTT Akan Disemayamkan di Biara SSpS Maumere
Biara SSpS Maumere, para suster sedang menyiapkan tempat dan ruangan untuk proses kedatangan orang yang mereka cintai.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE--Jenasah Suster Esthocia atau sering disapa Suster Estho siang ini, Senin, 8 November 2021 akan dibawa dari Biara SSpS Kewapante guna disemayamkan di Biara SSpS Maumere.
Jenasah Mama Estho rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Biara SSpS Hitegera, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Selasa, 9 November 2021 pagi.
Misa kepergian Suster Estho, penjuang HAM NTT dan Koordinator TRUK F ini akan dilakukan di Gereja Thomas Morus Maumere.
Kepergian Suster Estho yang meninggal dunia di RS Kewapante ini menyiskan duka yang mendalam.
Di Kantor TRUK F dan Biara SSpS Maumere tampak ada duka mendalam. Semua penghuni di biara itu sibuk menanti kedatangan jenasah Almarhum Suster Estho.
Pantauan POS-KUPANG.COM di Biara SSpS Maumere, para suster sedang menyiapkan tempat dan ruangan untuk proses kedatangan orang yang mereka cintai.
“Nanti jenasah Mama Suster akan disemayamkan di Biara SSpS Maumere lalu misa pemakaman di Gereja Thomas Morus Maumere. Siang ini, jenasah Suster Estho akan dibawa dari Kewapante ke Maumere,” kata seorang suster di Biara SSpS Maumere kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Senin, 8 November 2021 pagi.
Sebelumnya, Suster Eusthocia, SSps, penjuang HAM di Kabupaten Sikka yang tak pernah mengenal lelah serta Koordinator TRUK F meninggal dunia di RS Kewapante, Senin, 8 November 2021 dini hari.
Saat ini, jenasah Suster Estho, begitu nama panggilannya di semayamkan di Biara SSpS Kewapante, Kabupaten Sikka.
Kepergian Mama Esto sungguh meninggalkan duka mendalam. Yang mana Suster Estho dikenal gigih memperjuangkan kaum perempuan dan anak di Pulau Flores dan NTT.
Kepergian Suster Estho pun membuat orang yang mengenal dan bersama-samanya menyampaikan duka mendalam di akun facebook.
Berbagai ucapan duka pun berdatangan dan kaget dengan kepergian Suster Estho.
Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Sikka, dr. Maria BS.Nenu pun menyampaikan duka atas kepergian Suster Estho.
“Saya baru pulang melayat dan kami sangat kehilangan sosok Mama Suster. Kami sangat dekat dan ia adalah penjuang HAM yang sering membantu kami dalam tugas,” kata dr.Maria saat dihubungi POS-KUPANG.COM di Maumere, Senin, 8 November 2021 pagi.
Duka yang mendalam pun disampaikan wartawan di Kabupaten Sikka dalam grup WA. Para jurnalis menyampaikan mengaku sedih atas kepergian Mama Suster Estho.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suster-esthocia-ssps.jpg)