Berita Malaka
Keluarga Besar Fatayat NU NTT Diminta Teruslah Bersedekah
Keluarga Besar Fatayat Nahdlatul Ulama, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriahkan Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, KUPANG--Keluarga Besar Fatayat Nahdlatul Ulama, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriahkan Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H / 2021 dan Hari Santri 2021 dengan beragam acara.
Selain mendaraskan doa untuk junjungan Nabi Besar Muhammad SAW juga dibarengi dengan pemberian bingkisan kasih buat Imam Masjid dan Marbot di Kota Kupang.
Ketua PW NU NTT, KH Drs. Pua Monto Umbu Nay, turut hadir pada kegiatan peringatan Hari Raya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1443 H / 2021 dan Hari Santri 2021 di Asrama Haji Kupang, Selasa (2/11/2021) malam.
Pua Monto menyampaikan kesan dan harapan terkait pelaksanaan kedua hari yang sangat penting ini.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi di Agama Islam dalam menghormati junjungan Nabi Besar Muhammad SAW.
Nabi Besar dinilainya sebagai utusan Allah yang mendapat rahmat untuk semua umat. Karena rahmat itu sudah diberikan Nabi kepada umat maka pantas diungkapkan rasa syukur dan kegembiraan.
"Dalam menghayati rahmat itu sesungguhnya ada empat. Tapi satu yang harus diutamakan adalah pujian pada kebesaran junjungan Nabi Besar Muhammad SAW," ujar Pua Monto.
Pua Monto juga memberi ilustrasi soal proses kehidupan manusia sejak dari rahim ibu sampai lahir ke bumi.
Selama 9 bulan 10 hari bahkan lebih atau kurang yang disebut bayi prematur, kehidupan dalam rahim ibu balitanya sangat nyaman.
"Bayi hidup itu dalam rahim ibu tidak ada masalah. Dia bisa bolak balik badan mengikuti apa yang dilakukan ibunya. Kalau ibunya hobi baca Al Quran maka bayi kelak hobi yang sama. Kalau hobi masak maka begitu sebaliknya nanti bayinya," tutur Pua Monto.
Namun, lanjutnya, ketika bersalin maka bayi mengawali dengan tangisan. Karena dia akan menemui banyak masalah.
Tapi berbeda dengan Nabi Besar, walaupun sebagai manusia tetapi Nabi dilukiskan sebagai sosok yang lahir bagai bulan purnama. Nabi memberi berkah dan Rahmat untuk umatnya.
"Maka pada acara syukuran ini ada yang bawa berbagai jenis makanan, saling membantu untuk kemeriahan hari raya ini. Tapi saya mau ingatkan bahwa apa yang kita bawa ini karena kemurahan dan Rahmat dari Nabi Besar. Untuk itu saya minta teruslah bersedekah," pinta Pua Monto.
Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama NTT, Hj Aida Chomsa, S.Pdi, M.Ag menyampaikan terima kasih kepada semua yang turut berpartisipasi dalam mendukung acara ini.
Berkenaan dengan alasan tema kegiatan "Berakhlak Santiwati dengan meneladani Aklaq Rosulullah Muhammad SAW di Era Digital", Aida menyebutkan bahwa ini memberi pesan kepada keluarga besar Fatayat.
Menurutnya, era digital saat ini sangat rawan jika akhlaq tidak dijaga. Tidak hanya remaja, ibu-ibu muda, sekarang ini kalau akhlaqnya tidak punya pondasi yang kuat, akan bisa tergerus arus digital.
"Yanf nilai positif dan negatifnya, baru bisa di filter (saring) jika punya akhlakul karimah yang baik. Tentu dengan akhlak yang sudah dicontohkan rosulullah dan keluarganya, sebagai pelajaran hidup, baik urusan dunia maupun akhirat," jelas Aida.
Dirinya memberi pesan dan harapan untuk anggota Fatayat NU NTT, baik di wilayah dan cabang, bisa menjadi penggerak kebaikan dan teladan.
Baik untuk kemaslahatan diri sendiri, keluarga dan umat, serta bagian penting dari bangsa Indonesia. Sejalan dengan perjuangan para ulama untuk menjadi inspirasi kebaikan.
Pada momen ini Pimpinan Pegadaian Syariah Kupang, Sarifatom Sukadi menyerahkan dana kebijakan umat melalui Program Nasabah Berbagi pegadaian Syariah Kupang kepada 10 Imam Masjid dan Marbot di Kota Kupang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/keluarga-besar-fatayat-nu-ntt-diminta-teruslah-bersedekah.jpg)