Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 2 November 2021: Hidup Kekal Bersama Allah
Hari ini secara khusus kita mengenang dan mendoakan arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia.
Renungan Harian Katolik Selasa 2 November 2021: Hidup Kekal Bersama Allah! (Yoh 6:37-40)
Oleh: RD. Eman Kiik Mau
POS-KUPANG.COM - Setelah perayaan semua orang kudus yang telah berbahagia bersama Allah di surga, pada hari ini, kita semua diajak untuk mengenang dan mendoakan saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia namun masih berjuang di api penyucian.
Bulan November dikhususkan untuk berdoa dan berkorban memohon kerahiman Allah atas mereka.
Hari ini secara khusus kita mengenang dan mendoakan arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia.
Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman Kristen.
Baca juga: Renungan Harian Katolik 2 November 2021, Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman: Tititan Penyucian
Bagi kita orang Kristen, saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah.
Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga.
Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita, saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.
Atas dasar iman itu, kita mohon agar saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya.
Hari kenangan dan peringatan arwah semua orang beriman hari ini juga memberi hiburan iman bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudari yang telah mendahului kita, untuk bersama Bunda Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus.
Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kembali kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita semua tetap milik Kristus.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 31 Oktober 2021: Deus Caritas Est; Allah Adalah Kasih
Gereja Katolik mengajarkan bahwa persekutuan Gereja terdiri dari tiga bagian yang tak terpisahkan antara lain:
1. Gereja Pejuang, kita di dunia ini, yang terus berjuang untuk keselamatan kita.
2. Gereja Menderita, jiwa-jiwa di api penyucian.
3. Gereja Jaya, para malaikat dan para kudus di surga.
Gereja tak henti-hentinya mendorong umat beriman untuk mempersembahkan doa-doa dan Misa Kudus bagi jiwa-jiwa umat beriman yang telah meninggal dunia, khususnya pada hari ini.
Percayalah, berkat belas kasih Tuhan, doa-doa kita itu punya daya dan makna bagi mereka yang kita doakan.
Yesus menginginkan semua orang beroleh hidup kekal. Namun tidak semua orang menerima tawaran ini. Ada yang terang-terangan menolak.
Ada yang menerima hanya sekian persen saja. Kita datang ke dunia dengan gelas rahmat berlimpah.
Di dunia, sebagian rahmat itu habis atau terbuang. Saat pulang ke rumah Bapa, kita mesti membuat gelas itu penuh kembali. Jika tidak, maka kita akan masuk ke tempat yang khusus.
Di mana, rahmat itu akan dipenuhi dalam gelas tadi.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 28 Oktober 2021: Tekad Orang Yang Diutus
Tempat itu adalah api penyucian. Memurnikan cinta kita pada Allah. Dan memurnikan hati kita yang akan tinggal bersama Bapa.
Bacaan Injil Yohanes hari ini sangat jelas mengatakan, "Setiap orang yang percaya pada Anak akan beroleh hidup yang kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman."
Arwah orang beriman yang kita kenang hari ini telah mengimani dan percaya bahwa mereka akan beroleh hidup yang kekal.
Oleh karena itu, kematian bukan akhir dari segalanya, justru melalui kematian, hidup manusia beralih ke hidup kekal.
Marilah kita berdoa dengan penuh harap untuk saudara-saudari kita yang telah berpulang ke Rumah Bapa. Kita percaya, mereka sudah berada di Rumah Bapa.
Tetapi baik, jika kita berdoa, agar mereka memang benar-benar ada di Rumah Bapa.
Bagi kita, harapan ini amat penting. Harapan kebangkitan. Seperti Yesus, kita tak lupa berdoa bagi sahabat-sahabat kita yang telah meninggal dunia.
Kiranya mereka beristirahat dalam damai Tuhan, menikmati sukacita hidup yang kekal dalam Rumah Bapa di surga.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 Oktober 2021: Sedikit Sa Ko?
Selamat mengenang dan mendoakan arwah semua orang beriman.
Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati. Amin.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 2 November 2021:
Bacaan Pertama 2 Makabe 12:43-46
Kami yakin bahwa orang yang meninggal dengan saleh akan menerima pahala yang indah
Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan.
Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa.
Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, karena Yudas memikirkan kebangkitan.
Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.
Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh.
Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh.
Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8
Refr.; Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dan segala kesalahannya.
Bacaan Kedua 1 Korintus 15:12-34
Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus
Saudara-saudara, jika kami beritakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
Kalau kebangkitan orang mati tidak ada, maka Kristus pun tidak dibangkitkan.
Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah pula kepercayaanmu.
Apalagi, andaikata betul demikian, kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan bahwa Ia telah membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab andaikata benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus pun tidak dibangkitkan.
Dan kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu, dan kamu masih hidup dalam dosamu.
Dengan demikian binasa pulalah orang-orang yang mati dalam Kristus.
Dan jikalau kita berharap pada Kristus dalam hidup ini saja, maka kita adalah orang-orang yang paling malang di antara semua manusia.
Namun ternyata Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk didalamnya.
Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya dibawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Jika demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati?
Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?
Dan kami juga—mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut.
Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.
Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku?
Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati.”
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!
Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur Kepada Allah.
Bacaan Injil Yohanes 6:37-40
Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal
Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-eman-kiik-mau_02.jpg)