Berita Sikka
Warga Tana Duen, Gerardus Manyela Uli : Kami Takut dan Sembunyi di Dalam Rumah
Angin kencang dan hujan deras yang melanda Kabupaten Sikka membuat warga Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae mengaku trauma.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Angin kencang dan hujan deras yang melanda Kabupaten Sikka membuat warga Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae mengaku trauma.
Warga mengaku angin kencang kurang lebih 20 menit memporak-porandakan 25 rumah sungguh tak disangka karena saat kejadian warga sedang berada di rumah.
Angin kencang dan hujan deras itu membuat warga hanya bertahan di rumah dan ketakutan. Warga tak berani keluar rumah.
Semua tetap bertahan di dalam rumah karena hujan sangat deras.
Baca juga: Sapeh Karreb Madura United Bentrok Arema FC, Pemain Sayap Sebut Semua Pemain Lawan Wajib Diwaspadai
“Kami hanya sembuyi di dalam rumah dan kami sangat ketakutan,” kata Gerardus Manyela Uli, korban bencana di Desa Tana Duen kepada wartawan pasca kejadian, Sabtu, 30 Oktober 2021.
Ia mengaku kalau hanya hujan saja pasti warga biasanya keluar rumah.
Bahkan bisa mandi dan menampung air. Akan tetapio hujan deras disertai angin sungguh menakutkan. Pasalnya, angin sangat kencang dan menerbangkan seng serta menumbangkan pohon. Banyak pohon tumbang lalu menindih rumah.
Bukan saja itu, seng-seng dan atap rumah pun beterbangan. Kencangnya angin membuat rumah warga mengalami kerusakkan berat sesuai kejadian.
Sebelumnya, angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur Kota Maumere dan Kabupaten Sikka membuat 25 rumah warga di Kampung Blatat, Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Sabtu, 30 Oktober 2021 sore rusak.
Rumah warga yang rusak di Tana Duen itu dikarenakan adanya pohon tumbang lalu menindih pemukiman.
Tidak ada korban jiwa dal kasus ini tapi warga mengalami kerugian cukup besar akibat bencana itu.
Data dari lokasi kejadian yang diperoleh POS-KUPANG.COM pasca bencana, Senin, 1 November 2021 pagi menjelaskan, pemilik rumah yang rusak karena diterpa angin kencang ada 25 warga. Mereka yang menjadi korban yakni
Lukas Luju,Maria Agripina,Sergius Adong, Febronius Wohen, Henderikus Hiro, Falentinus Ponis, Rivaldo Wora, Wendelinus Waru, Marselinus Konstansius, Bertholomeus Tika, Romanus Pito, Firmus Sao, Maria Nona Lince, Bernadus Balik, Oswaldus Dagang, Stanislaus Abdon Manyela, Ambrosius Yulius,Agustina Dua Kokak, Lazarus Aliando, Kristina Trisma Yeni,Karolina Kaur, Maria Josepina, Theresia Isalo, Maria Nona Dapensi dan Maria Marina.(ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kecamatan-kangae-kabupaten-sikka.jpg)