Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Sikka

Kerusakkan Bencana Angin Kencang di Tana Duen Bertambah Menjadi 29 Rumah

sangat kencang dan menerbangkan seng serta menumbangkan pohon. Banyak pohon tumbang lalu menindih rumah

Tayang:
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Kalak BPBD Sikka serahkan bantuan bagi korban bencana di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE--Kerusakkan akibat bencana angin kencang dan hujan deras di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka terus bertambah dari awalnya 25 rumah menjadi 29 rumah.

Dari jumlah itu 5 rumah rusak berat dan lainnya rusak ringan.

Penambahan kerusakkan bencana ini disampaikan Kalak BPBD Sikka, Daeng Bakir kepada wartawan di Maumere, Senin, 1 November 2021 siang.

Ia menjelaskan, sesuai informasi yang masuk ke BPBD Sikka hari ini ada penambahan kerusakkan rumah di Desa Tana Duen. Maka itu, bantuan kepada korban bencana akan terus diberikan sesuai data yang masuk ke BPBD Sikka.

“Awalnya ada 25 lalu kemudian menjadi 29 rumah. Pemerintah sebagai bentuk kepedulian dan perhatian maka pemerintah mendrop bantuan,” ujarnya.

Baca juga: Korban Bencana di Desa Tana Duen Sikka, Gerardus Manyela Uli : Kami Takut & Sembunyi di Dalam Rumah

Sementara itu, rincian bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, paket Lauk Pauk dan paket makanan tambahan , selimut ,paket family kit, paket perlengkapan bayi dan beras 

Bantuan bagi korban diserahkan langsung oleh Kalak BPBD Sikka dan diterima oleh PJS. Desa Tanaduen, Maria Bispanti, Minggu , 31 Oktober 2021.

Keluarga korban bencana Maria Simpirosa, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sikka yang telah memberikan dukungan bantuan kepada korban bencana melalui BPBD Sikka.

Sebelumnya, Angin kencang dan hujan deras yang melanda Kabupaten Sikka membuat warga Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae mengaku trauma.

Warga mengaku angin kencang kurang lebih 20 menit memporak-porandakan 25 rumah sungguh tak disangka karena saat kejadian warga sedang berada di rumah.

Baca juga: Keterangan Istri Selalu Berubah, Polres Sikka Masih Selidiki Tewasnya Andreas Soge di Kamar Kos 

Angin kencang dan hujan deras itu membuat warga hanya bertahan di rumah dan ketakutan. Warga tak berani keluar rumah. Semua tetap bertahan di dalam rumah karena hujan sangat deras.

“Kami hanya sembuyi di dalam rumah dan kami sangat ketakutan,” kata Gerardus Manyela Uli, korban bencana di Desa Tana Duen kepada wartawan pasca kejadian, Sabtu, 30 Oktober 2021.

Ia mengaku kalau hanya hujan saja pasti warga  biasanya keluar rumah.

Bahkan bisa mandi dan menampung air. Akan tetapio hujan deras disertai angin sungguh menakutkan. Pasalnya, angin sangat kencang dan menerbangkan seng serta menumbangkan pohon. Banyak pohon tumbang lalu menindih rumah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved