Virus Corona
Kasus Covid-19 Global Kembali Naik, Jokowi Ingatkan Para Kepala Daerah Tiga Hal
Kembali naiknya kasus Covid-19 global saat ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) waspada dan mewanti-wanti masyarakat Indonesia
Kasus Covid-19 Global Kembali Naik, Jokowi Ingatkan Para Kepala Daerah Tiga Hal
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kembali naiknya kasus Covid-19 global saat ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) waspada dan mewanti-wanti masyarakat Indonesia agar hal serupa tidak kembali terjadi di Indonesia.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka Jakarta, Senin 25 Oktober 2021, sebagaimana disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 26 Oktober 2021.
Jokowi menyampaikan bahwa dalam minggu ini kasus Covid-19 global mengalami kenaikan sekitar 2 persen.
Bahkan di sejumlah kawasan kenaikan kasus positif terjadi dalam jumlah signifikan.
Dia menyebut sekadar contoh, di Eropa dalam minggu ini kasus Covid-19 naik sampai 23 persen.
Baca juga: Presiden Jokowi Minta Harga PCR Rp 300 Ribu, Berlaku 3X24 Jam, Ini Kata Luhut Pandjaitan
Sementara di Amerika Selatan naik 13 persen.
"Inilah yang harus mengingatkan kita, bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian. Sekali lagi, terjadi tren kenaikan kasus dunia," tutur Jokowi.
Berdasarkan data worldometers.info, yang diakses POS-KUPANG.COM, Selasa 26 Oktober 2021 petang, total kasus Covid-19 mencapai 244.872.433.
Kasus kematian mencapai 4.971.243, sembuh 221.994.203, kasus baru +56.486, kasus kematian baru +1.226, kasus aktif 17.906.987.
Negara-negara yang menempati posisi tertinggi kasus baru terjadi, antara lain di Ukraina, Thailand, Belgia, Khazakhstan, Hongaria, Georgia, Lithuania, Korea Selatan, dan Australia.
Belajar dari kembali naiknya kasus Covid-19 global, Presiden Jokowi mengingatkan para kepala negara dan masyarakat Indonesia akan tiga hal yang menjadi penyebab kenaikan tersebut.
Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan.
Kedua, protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi, misalnya kebijakan lepas masker di sejumlah negara.
Baca juga: Inilah Nama 17 Dubes Baru yang Dilantik Presiden Jokowi, Ada yang Jadi Dubes Republik Vanuatu
Ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/presiden-jokowi_004.jpg)