Breaking News:

Jimmi Sianto Curhat Ada yang Sempat Mau Gagalkan Sepakbola ke PON Papua

Sepakbola, menurut mereka akan mengeluarkan banyak anggaran, namun hanya bisa bawa pulang satu medali. Itu pun kalau juara.

Editor: Sipri Seko
POS KUPANG/SIPRI SEKO
Jimmi Sianto 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Manager Tim Sepakbola NTT, Jimmi Sianto curhat habis- habisan saat syukuran dan penerimaan tim sepakbola NTT di Hotel Pelangi, Kupang, Sabtu 23 Oktober 2021. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor, para pemain dan ofisial.

Jimmi mencurahkan semua isi hati tentang suka duka mengurus sepakbola. Jimmi yang baru pertama berkecimpung di sepakbola ini mengucapkan terima kasih karena dirinya mendapat dukungan dari mana-mana. Jimmi bahkan mengaku ada upaya dari pihak tertentu yang menginginkan sepakbola jangan dikirim ke PON Papua.

"Saya buta soal sepakbola. Kadang saya bingung mau buat apa. Tapi karena saya mendapatkan dukungan dari mana-mana, saya akhirnya percaya diri bahwa setelah berhasil meloloskan sepakbola ke PON, harus juga bisa berprestasi," kata Jimmi.

Jimmi menceritakan bagaimana susahnya mencari lapangan latihan di NTT. Dana yang tidak ada dan sebagainya. "Kalau mau curhat, mungkin saya harus tulis perjalanan saya mengurus sepakbola ini dalam sebuah buku. Ada susah, tapi banyak senangnya. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung tim sepakbola NTT, mulai dari pra PON, persiapan ke PON, maupun saat di PON," kata Jimmi.

Jimmi sempat hendak meneteskan air mata saat menceritakan kalau ada upaya agar sepakbola tidak dikirim Pemprov NTT ke PON Papua. Sepakbola, kata Jimmi, menurut mereka akan mengeluarkan banyak anggaran, namun hanya bisa bawa pulang satu medali. Itu pun kalau juara.

"Saya sempat sedih mendengar itu. Ada orang yang berupaya gagalkan sepakbola jangan ikut PON. Padahal mereka juga pelaku olahraga. Bahkan ada di antaranya adalah orang bola. Namun, justru di saat saya mendengar itu, saya tertantang untuk berbuat agar sepakbola bisa ke PON. Saya memang orangnya suka tantangan seperti itu," tegas Jimmi.

Untuk diketahui, NTT di PON XX Papua 2021 membawa 20 pemain hasil seleksi di Ende, Larantuka dan SoE. Berada di Grup A, NTT kalah dari Maluku Utara di pertandingan pertama. Dipertandingan kedua, NTT juga kalah dari Jawa Barat dan menutup partisipasinya di PON XX Papua 2021 setelah kalah dari Papua.

"Teman saya, mantan pemain timnas yang orang Papua, Ruly Nere bilang ke saya, kalau saja bola tidak kena tiang atau mistar hasilnya akan beda. Saya lihat sendiri, saat lawan Maluku Utara, Jawa Barat dan Papua, kita malah harus lebih dahulu unggul. Bola hanya kena tiang atau mistar. Jadi Ruly benar, kalau bola gol, hasilnya tentu beda," kata Josef Nae Soi.

Jimmi menjelaskan, acara syukuran dan penerimaan yang dilaksanakan sebenarnya mengikuti agenda pemerintah yaitu 18 Oktober 2021 dan 23 Oktober 2021.

"Karena para atlet sepakbola sudah balik tanggal 7 Oktober sehingga mereka balik dulu ke daerah masing-masing. Mereka baru kembali ke kupang tanggal 22 Oktober 2021 untuk mengikuti agenda dimaksud. Tapi ternyata acara yang tanggal 23 Oktober dimajukan ke 20 Oktober. Para atlet sepakbola sudah dipesankan tiket tanggal 22 Oktober sehingga kami baru laksanakan hari ini. Bapak wagub setuju untuk silahkan sepakbola tetap laksanakan ibadah syukur dan penerimaan tanggal 23 Oktober sehingga beliau dan Ketua KONI langsung hadir," jelas Jimmi. **

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved