Breaking News:

Berita Sumba Timur

SMPK Andaluri Waingapu KBM Tatap Muka Terbatas, Kepsek : Anak Bawa Bekal Dari Rumah 

Para siswa tampak menggunakan masker selama proses belajar mengajar dengan jarak bangku yang diatur.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Suasana KBM Tatap Muka Terbatas di salah satu kelas SMPK Andaluri Waingapu pada Selasa 12 Oktober 2021.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Andaluri Waingapu mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka sejak Senin 18 Oktober 2021.

Sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Andaluri itu melaksanakan tatap muka terbatas setelah memastikan seluruh guru, pegawai dan siswa yang berusia diatas 12 tahun telah mendapat vaksinasi Covid-19. 

Kepala SMPK Andaluri, Angela Yohana Kalumata mengatakan, secara teknis, KBM atau sekolah tatap muka terbatas dilaksanakan dengan penjatahan kelas. 

Dalam sepekan, setiap tingkat mendapat alokasi waktu dua hari untuk KBM tatap muka terbatas. Dijadwalkan, pada Senin dan Kamis dilaksanakan pembelajar untuk kelas VII, pada Selasa dan Jumat untuk kelas VIII serta Rabu dan Sabtu untuk kelas IX. 

Dari masing masing kelas dipecah menjadi tiga kelas kecil sehingga dari empat kelas untuk setiap tingkatan diperoleh 10 kelas kecil atau 10 rombongan belajar. 

Baca juga: Update Covid Sumba Timur : Tak Ada Kasus Baru Pasien Positif Covid di Sumtim Masih 23 Orang 

Kepsek Angela mengatakan, selama mengikuti KBM terbatas, para siswa tidak diperkenankan untukmu istirahat di luar kelas. Anak anak akan tetap berada di dalam kelas selama terjadi pergantian jam pelajaran. Dalam sehari, tiap kelas kecil akan diasuh guru untukku dua mata pelajaran. 

"Anak anak selama mengikuti KBM terbatas tidak diperkenankan untuk istirahat, mereka tetap berada dalam  kelas, guru yang akan bergantian untuk mengajar," jelas Kepsek Angela kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 19 Oktober 2021.

Ia menyebut bahwa kebijakan tersebut akan dilaksanakan sambil memperhatikan kondisi dan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur.

"Kami berharap bahwa dengan situasi saat ini, anak anak tetap menjaga protokol kesehatan. Anak anak yang datang ke sekolah, kami usahakan semaksimal mungkin untuk tetap menjaga diri dari penularan Covid-19 dengan jaga jarak, pakai masker dan anak membawa bekal makanan dari rumah," ujar Kepsek Angela. 

Pihak sekolah, lanjut dia, berharap komitmen dan dukungan  yang sama dari para orang tua agar anak anak tetap mengenyam pendidikan dengan KBM tatap muka terbatas sekalipun dalam kondisi yang belum sepenuhnya normal. 

Baca juga: Polres Sumba Timur Gelar Vaksin Presisi Go To School Bagi 500 Siswa SMKN 5 Waingapu 

Pantauan POS-KUPANG.COM pada Selasa, aktivitas KBM tatap muka berlangsung tertib. Para siswa tampak menggunakan masker selama proses belajar mengajar dengan jarak bangku yang diatur.

Rata rata tiap rombongan belajar atau kelas kecil terdiri dari 15 siswa yang didampingi satu guru. (*)

Berita Sumba Timur Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved