Berita Kota Kupang
Cerita HM Darwis, 23 Hari Melawan Covid-19
AWAL Agustus 2021 Haji Muhammad Darwis ( HM Darwis) kembali dari Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT, untuk urusan tugas
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM-AWAL Agustus 2021 Haji Muhammad Darwis ( HM Darwis) kembali dari Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT, untuk urusan tugas. Saat itu ia menggunakan angkutan penyeberangan kapal feri milik PT ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan).
Sebagaimana biasa, kapal feri milik PT ASDP yang ditumpanginya saat itu dalam penyeberangan Dermaga Pantai Baru, Rote Ndao menuju Pelabuhan Penyeberangan Bolok, Kupang mengangkut penumpang yang sangat banyak. Para penumpang yang datang dari berbagai latarbelakang itu berbaur menjadi satu. Ada yang duduk berkerumun. Ada yang berdiri berdesak-desakan. Bahkan ada yang berjalan kesana kemari di dalam kapal.
Di antara begitu banyak penumpang yang ada di dalam kapal feri tersebut, ada penumpang yang tidak memakai masker. HM Darwis sendiri diakuinya juga sebagai salah satu penumpang yang kurang disiplin menggunakan masker pada saat itu.
Baca juga: HM Darwis: New Normal Roda Perekonomian Berputar Kembali
Setelah beberapa jam penyeberangan, sampailah mereka di Pelabukan Bolok Kupang. HM Darwis pun turun dari kapal feri dan terus melanjutkan perjalanan menuju rumahnya di Kota Kupang.
Sehari setelah tiba di Kupang, HM Darwis merasakan badannya kurang enak. Terkadang terasa lemah, kurang bertenaga atau kurang fit. Rasa badan yang kurang fit itu diikuti dengan batuk pilek yang hebat. Karena itu ialah memutuskan melakukan swab antigen, dan ternyata hasilnya positif Covid-19.
Setelah dinyatakan positif Covid-19, HM Darwis memutuskan melakukan isolasi mandiri di rumah. Dua hari isolasi mandiri, keadaan tidak berubah. Malah HM Darwis merasakan sesak nafas.
“Kebetulan saya juga asma. Karena sesak nafas maka anak saya telepon ambulans dari RST Wirasakti Kupang. Tak lama kemudian, ambulans dari RST Wirasakti Kupang datang jemput saya disini,” kenang HM Darwis saat ditemui Pos Kupang di rumahnya, Senin 18 Oktober 2021.
Sejak saat itu ia menjalani perawatan di RST Wirasakti Kupang. Ia berada di rumah sakit selama 23 hari. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, ia disiplin mengikuti protokol kesehatan (prokes) sesuai ketentuan. Saat pagi ia berjemur di matahari. Tidak ada sedikitpun rasa takut dan khawatir bahwa dengan terkena Covid-19 kematian akan menghantuinya.
“Saya biasa-biasa saja. Saya tidak pernah berpikir bahwa dengan Covid itu saya akan mati. Karena saya berpikir, mati itu urusan Tuhan. Kalau yang di atas bilang kita harus mati ya kita mati. Jangan kan kena Covid, kita lagi duduk-duduk saja kalau Tuhan menghendaki kita mati ya kita mati,” kata HM Darwis.
Dikatakannya, kejadian yang pernah dialaminya itu menjadi pelajaran berharga baginya tentang pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan. HM Darwis mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selalu memakai masker dan menghindari kerumunan. Kalau pun terpaksa berada di antara orang banyak, harus bisa mengatur jarak atau jaga jarak, dan tetap menggunakan masker. Pastikan bahwa orang yang dekat dengan kita adalah orang yang kita kenal dengan pasti dan tidak terkena Covid-19. (kas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-kkss-ntt-hm-darwis.jpg)