Rabu, 22 April 2026

Berita Lembata

Ruas Jalan Bakalerek-Uruor Lembata Akan Dikerjakan Pakai Dana Bencana Rp 35 Miliar

Ruas Jalan Bakalerek-Uruor Lembata Akan Dikerjakan Pakai Dana Bencana Alam Rp 35 Miliar

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Bupati Lembata Thomas Ola Langoday sedang memantau jalan rusak di wilayah Kecamatan Ile Ape Timur pasca banjir dan longsor material gunung menerjang kawasan itu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-Bupati Lembata Thomas Ola Langoday menyebutkan sejumlah ruas jalan kabupaten di Lembata bisa dikerjakan dengan dana pinjaman daerah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 225 miliar yang sudah diajukan Pemkab Lembata. Namun, ruas jalan jalur tengah Lembata, Bakalerek-Uruor akan dikerjakan dengan menggunakan dana bencana alam senilai Rp 35 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Ruas jalan Bakelerek-Uruor kita tidak intervensi dengan pinjaman. Kita intervensi dengan dana bencana dari BNPB ada Rp 35 miliar," kata Bupati Langoday kepada Pos Kupang di Kantor Bupati Lembata, Jumat, 15 Oktober 2021.

"Tapi terpecah-pecah. Misalnya, di sini satu kilo, di sana satu kilo. Jadi saya minta kalau bisa konsentrasinya di Uruor. Kalau itu jadi maka ditambah dana DAK, maka jalurnya cukup panjang (untuk dikerjakan)," tambahnya.

Bupati Langoday juga memastikan semua dokumen pengajuan pinjaman daerah PEN sudah lengkap dan tinggal menunggu waktu penandatanganan dokumen pinjaman bersama PT SMI.

Baca juga: Mutasi Pejabat Pemkab Lembata Dilakukan Bertahap Pada November 2021

Dana pinjaman senilai Rp 225 miliar itu akan digunakan untuk peningkatan infrastruktur khususnya ruas jalan di Kabupaten Lembata. 

Dia juga sudah memantau kondisi ruas jalan Waikomo-Belang-Belame hingga kampung Boto, Kecamatan Nagawutung. Ruas jalan ini yang juga jadi salah satu prioritas dalam penggunaan dana pinjaman daerah. Kemudian selanjutnya, ruas jalan Boto Puor akan dikerjakan menggunakan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lembata.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero menyebutkan lembaga DPRD Lembata mendukung pemerintah daerah mengajukan pinjaman senilai Rp 225 miliar. Ini bukan pinjaman daerah reguler melainkan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang menurutnya memiliki regulasi dan perlakuan khusus.

“Pengajuan pinjaman sudah dilakukan sejak almarhum Bupati Eliaser Yentji Sunur. Awal bulan kemarin kita dapat kepastian pinjaman tapi harus lewat beberapa tahapan termasuk rapat koordinasi teknis di Jakarta,” kata Petrus Gero kepada wartawan di Kantor DPRD Lembata, Senin, 20 September 2021.

Baca juga: BMI Lembata Minta Bupati Langoday Jelaskan Penggunaan Dana Bencana Erupsi dan Banjir Bandang

Pemda Lembata, anggota Badan Anggaran dan perwakilan fraksi DPRD Lembata sudah melakukan rapat koordinasi di Jakarta dengan pemberi pinjaman yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Menurut dia, saat itu, pemerintah diminta untuk memperbaiki sejumlah dokumen teknis pengajuan pinjaman. Akan tetapi, Gero memastikan, 95 persen pengajuan pinjaman ini sudah bisa disetujui.

“Sebelumnya Pak Bupati Thomas Ola Langoday sudah konsultasi dengan dewan terkait penyelenggaraan pemerintahan termasuk pinjaman PEN ini,” tambahnya.

DPRD Lembata memberi dukungan pengajuan pinjaman ini juga karena pemerintah akan memanfaatkannya untuk peningkatan kualitas pembangunan jalan di Kabupaten Lembata.

Apalagi, tambahnya, 63 persen ruas jalan kabupaten di Lembata dalam keadaan rusak berat dan ringan. “Kalau jalan bagus akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Lembata.

Jadi kita minta pemda segera selesaikan dokumen yang perlu sehingga MoU pemda dan PT SMI bisa dilakukan dan tahap pertama pinjaman bisa cair tahun ini,” paparnya. (*)

Baca Berita Lembata Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved