Berita NTT
Rampung Digelar, UKW PWI NTT - Bank NTT Luluskan 24 Wartawan Berkompeten
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Bank NTT menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartaw
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Bank NTT menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartawan media cetak, media elektronik dan media daring di NTT.
Uji Kompetensi Wartawan dengan tema "Menuju wartawan profesional dan kompeten" digelar di Hotel Sahid T-more selama dua hari, sejak Rabu 13 Oktober 2021.
Sebanyak 20 wartawan dari berbagai wilayah di NTT ikut untuk kategori wartawan muda. Sementara itu, untuk kategori wartawan utama diikuti oleh lima wartawan.
Dalam upacara penutupan yang digelar di pada Kamis 15 Oktober 2021 sore, Nurcholis Basyari yang mewakili tim penguji dari Dewan Pers dan PWI membacakan hasil ujian bagi kategori muda dan utama.
Sebanyak 20 wartawan dinyatakan lulus dan kompeten sebagai wartawan muda sementara 4 wartawan dinyatakan lulus dan kompeten sebagai wartawan utama.
"Dari 25 peserta, sebanyak 24 dinyatakan kompeten dan satu orang dinilai belum kompeten," sebut Nurcholis.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga membacakan 4 wartawan dengan nilai tertinggi untuk kategori wartawan muda dan satu wartawan dengan nilai tertinggi untuk kategori utama.
Keempat wartawan muda terdiri dari Ryan Nong dan Gordy Donovan dari harian dan online Pos Kupang, Fredy Bulu Ladi dari portal online Times NTT serta Ama Beding dari portal online Koran NTT. Sedang nilai tertinggi wartawan kategori utama diraih Sammy Rudyard Balukh dari portal online Rakyatntt.com.
"Kepada teman teman agar tetap semangat karena masih punya kesempatan untuk uji kompetensi wartawan lagi," tambah dia.
Wakil Sekjen PWI Pusat, Suprapto Atmojo dalam acara penutupan mengingatkan wartawan bahwa ujian profesionalitas sebenarnya ada di lapangan ketika wartawan menjalankan kerja jurnalistiknya.
Karena itu ia menyebut dirinya tidak mau mendengar wartawan yang telah mengikuti ujian kompetensi berhadapan dengan hukum karena dilaporkan terkait pelanggaran kode etik.
"Ujian real itu ada di lapangan, tidak hanya kompetensi di atas meja," tegas Atmojo.
Menurut dia, uji kompetensi yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya untuk menciptakan wartawan yang bisa melahirkan jurnalisme yang mencerahkan dan ikut dalam membangun peradaban terutama dalam konteks Provinsi NTT.
PWI, lanjut dia, mengapresiasi dukungan dan kerjasama BanK NTT dalam upaya menciptakan wartawan yang profesional dan berkompetensi di wilayah NTT. Hal tersebut memiliki makna Bank NTT ikut bersama sama membangun peradaban di NTT yang lebih baik.