Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Ragam Bahasa di NTT, Wajib Untuk Pelestarian Budaya dan Adat

bahasa Indonesia kurang berpengaruh di daerah, jelas dia, karena jumlah penutur bahasa daerah akan lebih banyak.

Editor: Rosalina Woso
istimewa
Kepala Kantor Bahasa NTT, Syaiful Bahri Lubis 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai budaya dan ada istiadat di NTT yang beragam perlu dilestarikan.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari penggunaan bahasa daerah untuk menjaga secara orisinil dan otentik adat dan istiadat itu.

Prof M. Alie Humaedi, peneliti BRIN dalam webinar yang diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi NTT pada Rabu 13 Oktober 2021 menyampaikan hal ini. Webinar tersebut mengenai bahasa-bahasa daerah di NTT yang terancam punah.

Menurut dia, orang desa di Indonesia timur termasuk NTT lebih lancar berbahasa Indonesia ketimbang bahasa daerah. Kondisi ini berbeda dengan orang desa di daerah Jawa yang lebih banyak berbahasa daerah ketimbang bahasa Indonesia.

"Bahkan orang tua-tua di Jawa lebih lancar berbahasa daerah daripada bahasa Indonesia. Dalam konteks ini bahasa daerah mereka terselamatkan," kata dia.

Baca juga: Pemprov NTT Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Susanti dan Angga Silitonga

Ada manfaatnya bila literasi bahasa Indonesia kurang berpengaruh di daerah, jelas dia, karena jumlah penutur bahasa daerah akan lebih banyak.

Akan tetapi di lain sisi ini menjadi paradoks pembangunan nasional dan menyebabkan ketimpangan pula nantinya.

Sementara kaum muda Indonesia dinilainya juga tidak begitu tertarik dan minder menggunakan bahasa daerah. Ia menghabiskan penelitian di Alor, Palue dan Atambua dan menemukan hal ini.

Ada 72 bahasa daerah di NTT, kata dia, dan ada bahasa yang telah terancam punah misalnya Bahasa Kelon dan Kafoa. Kategori terancam punah dilihat dari ranah keluarga hingga adat dan agama yang menggunakan bahasa Indonesia dan minim penutur bahasa daerah. Ada 100 responden yang disurvei terkait ini.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved