Breaking News:

FKH Undana Dampingi UKM Buat Dendeng Babi di Sikumana, Kota Kupang

Dendeng babi tergolong produk baru bagi masyarakat NTT yang belum terlalu popular dibandingkan dengan se’i. UKM Debali memproduksi dendeng babi dan di

Editor: Sipri Seko
istimewa
Penyerahan Bantuan Aalat dan Bahan untuk Produksi Dendeng Babi oleh Tim Plekasan Kepada Mitra. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Tim FKH Undana melakukan pengabdian pengembangan usaha dendeng babi dilakukan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Dendeng Babi DeBali di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang 2-3 Oktober 2021. Pengabdian ini dilaksanakan dalam rangka mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dari FKH Undana kepada UKM Dendeng Babi Debali.

Sesuai rilis yang diterima Pos Kupang, Kamis (7/10), kegiatan ini sekaligus menjawab peran Undana dalam industri yang berkaitan dengan keunggulan Undana yaitu lahan kering kepulauan dan pariwisata. Pengabdian ini merupakan hibah dana pengabdian FKH Undana tahun 2021.

Tim pelaksana kegiatan pengabdian ini terdiri atas drh. Meity Laut, M.V.St, drh. Larry Toha, M.Sc, drh. Julianty Almet, M.Si, dan Dewi Djungu, S.Pt, M.Si. Pengabdian ini juga melibatkan empat orang mahasiswa Program Studi Kedokteran yaitu Devilia Rambu Athandau, Moscatia Muda, Astrid Sau dan Lukista Kana.

Kegiatan pengabdian ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FKH Undana, drh. Yohanes Simarmata, M.Sc. Menurut drh. Yohanes Simarmata, M.Sc, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan wadah diseminasi hasil penelitian di kampus agar dapat diadopsi oleh masyarakat atau industri. Sedangkan bagi mahasiswa, kegiatan ini merupakan sekolah lapangan yang berguna untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan dalam kedokteran hewan serta sebagai ajang interaksi dan komunikasi langsung dengan masyarakat.   

Pemilihan Mitra UKM Dendeng Babi Debali berdasarkan hasil survey tim pelaksana. Dendeng babi tergolong produk baru bagi masyarakat NTT yang belum terlalu popular dibandingkan dengan se’i. UKM Debali memproduksi dendeng babi dan dipasarkan di Kota Kupang juga ke luar Kota Kupang (melalui penjualan online).  Namun, UKM ini mengalami beberapa kendala yaitu proses produksi yang masih sederhana (sering terkendala cuaca karena pengeringan mengandalkan cahaya matahari), jumlah produk yang masih sedikit, kemasan produk yang masih sederhana dan tidak tersedia produk dalam kemasan vacuum yang memiliki masa simpan lebih lama.

Selain itu, UKM ini awalnya memproduksi dendeng dari dagiing yang beraal dari ternak yang dipelihara sendiri. Namun, pada awal tahun 2020, ternak babi yang dipelihara mati karena terinfeksi ASF. Oleh tim pelaksana pengabdian, ditawarkan solusi berupa penyuluhan, pelatihan, promosi dan penjualan serta analisis usaha. Muara dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan produksi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kestabilan serta kemandirian UKM.

Dalam kegiatan penyuluhan pada Sabtu 2 Oktober 2021, semua tim pelaksana melaksanakan penyuluhan dengan topik: Manajemen peternakan babi di lahan kering kepulauan, pengenalan penyakit African Swine Fever (ASF) dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan. Pengenapan penyakit yang disebabkan oleh parasit pada ternak babi di NTT, kontaminasi atau cemaran bahan kimia pada daging babi serta pengolahan daging babi yang higienis.

Setelah kegiatan penyuluhan, dilakukan demo pembuatan dendeng oleh mitra. Mitra sangat antusias dengan kegiatan ini karena baru pertama kali dilakukan di lokasi tersebut. Dari kegiatan ini, baik tim pelaksana dan mitra sepakat agar kegiatan pengabdian ini tidak berakhir hanya hari ini saja tetapi terus berlanjut hingga kerjasama seperti menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa (magang, praktek kerja lapangan, penelitian dan sebagainya).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved