Breaking News:

PON Papua

Alfonsus Theodorus Bangga Ditunjuk Jadi Wasit PON Papua

Ketua Harian Pengprov Perkemi NTT, Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, MT ( DAN – V) bangga ditunjuk menjadi wasit/juri PON XX Papua 2021

Penulis: Kanis Jehola | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, MT 

POS-KUPANG.COM, KUPANG –Ketua Harian Pengprov Perkemi NTT, Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, MT ( DAN – V) bangga ditunjuk menjadi wasit/juri PON XX Papua 2021. Kebanggaan itu beralasan karena penunjukkan dirinya sebagai wasit/juri pada PON XX Papua tentu berdasarkan penilaian bahwa performance-nya selama ini baik.

Hal ini disampaikan Alfonsus kepada POS-KUPANG.COM, Senin, 4 Oktober 2021. Penunjukkan Alfonsus sebagai wasit/juri PON XX Papua berdasarkan Surat Keputusan Panitia Besar PON XX Tahun 2021 Provinsi Papua, Nomor: 355/VIII/ Tahun 2021 tentang Pengangkatan Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Kempo PON XX Tahun 2021 Provinsi Papua.

Dalam surat tertanggal 11 Agustus 2021, yang ditanda tangani Ketua Harian Dr. Yunus Wonda, S.H, M.H, nama Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, MT sebagai wasit/juri berada di urutan ke-8.

Selain dari Panitia Besar PON XX Papua Tahun 2021, penunjukkan Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, MT juga tertuang dalam SK Pengurus Besar Perkemi  No.050/SK- PB/VIII/2021  tentang Penunjukkan Koordinator Pertandingan dan Wasit Cabang  Shorinji Kempo PON XX Tahun 2021 Papua. Surat tertanggal 6 Agustus 2021 yang ditandatangani Ketua Umum, H. Saifudin Aswari Rivai, SE itu, nama Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, MT ( Dan - V) berada di urutan 22.

Baca juga: Ketua Harian Perkemi NTT, Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, MT: Optimis Atlet Kempo Raih 6 Medali Emas

Menurut Alfonsus, syarat menjadi wasit/juri dalam event tingkat nasional, termasuk PON, adalah harus mengantongi sertifikat wasit nasional. Selain itu, orang yang ditunjuk juga harus mewakili daerah/provinsinya.

“Tapi tidak semua orang yang memiliki sertifikat wasit nasional bisa ditunjuk menjadi wasit/juri di PON. Juga tidak semua dari daerah/provinsi bisa ditunjuk menjadi wasit/juri. Selain harus memenuhi kriteria mewakili daerah/provinsi dan memiliki sertifikat wasit nasional, indikator lain adalah integritas dan performance. Jadi kalau ditunjuk menjadi wasit/juri di event nasional seperti PON berarti Panitia Besar dan PB Perkemi nilai integritas dan performance kita baik,” kata Alfonsus.

Untuk menguji integritas atau performancenya, demikian Alfonsus, pada saat final kejuaraan mahasiswa nasional di Jember tahun 2010, ia pernah ditunjuk menjadi wasit/juri pertandingan Nita Gelu dari NTT dan Ade Irma dari Sulsel.

“Saat memberi penilaian, empat orang juri memberi penilaian fifty-fifty. Artinya dua orang untuk Nita Gelu dari NTT dan dua orang untuk Ade Irma dari Sulsel. Tinggallah saya sendiri. Saat itu saya dengan sportif memberi kemenangan kepada Ade Irma dari Sulsel, karena memang dia lebih baik dari atlet kita,” kata Alfonsus. Ia menambahkan, kedua anak ini akhirnya mewakili Indonesia Sea Games 2011 di Jakarta.

Baca juga: Ketum Perkemi NTT Optimis Atlet Kempo NTT Raih Medali Emas Di PON XX Papua

Alfonsus mengatakan, mungkin dengan penilaian itu, PB Perkemi menilai integritasnya baik. Alfons memberi penilaian objektif dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas yang menjadi semangat dasar cabang olahraga kempo. Alfons dinilai memiliki integritas yang baik, jujur dan adil.

“Setelah dipercayakan menjadi wasit/juri di Pra PON 2010 itu, saya ditunjuk menjadi wasit/juri di PON XII. Dan hingga saat ini sudah tiga kali saya dipercayakan menjadi wasit/juri PON,” kata Alfons.

Alfons mengakui sikap sportivitas yang ditanamkan dalam dirinya itu karena memang ia mulai belajar cabang olahraga kempo sejak kecil. “Sejak umur 8 tahun saya mulai latihan kempo. Dan di kempo itu mengajarkan sikap sportivitas. Sportivitas itu artinya kita harus mengakui kelebihan orang lain. Dan, kalau kita miliki kelebihan dari orang lain juga kita tidak boleh sombong dan meremehkan orang lain,” katanya.

Menurutnya, ada sikap yang harus ditanamkan dalam diri kita sesuai posisi kita. “Saat kita menjadi pelatih maka yang kita perjuangkan adalah  atlet yang kita latih menjadi juara. Tapi saat kita menjadi wasit/juri maka kita harus menunjukkan sikap sportivitas, bersikap jujur dan adil dalam mengambil keputusan,” katanya. (kas)  

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved