Senin, 13 April 2026

Berita Ende

Kelompok Tani Ma'e Welu Kabupaten Ende Panen Perdana Sorgum

untuk mengembangkan suatu komiditi harus butuh koordinasi dan kerja sama lintas sektor.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Panen Sorgum di Kota Baru, Kabupaten Ende, Kamis 29 September 2021 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE --Pengembangan tanaman Sorgum di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa jadi model pengembangan Sorgum di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ir. Bahtiar  MS. Ahli Peneliti Utama bidang Sistem Pertanian pada Balai Penelitian Tanaman Serealia, Kamis 29 September 2021.

Bahtiar pada Senin 27 September 2021, bersama Kelompok Tani Ma'e Welu melakukan panen perdana Sorgum varietas Super I di Desa Kota Baru, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende.

Bahtiar mengapresiasi Kelompok Tani Ma'e Welu yang sejak 2014 tekun bertani Sorgum, meski tidak didukung dengan alat pertanian yang memadai.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Balai Penelitiam Tanaman Serealia, pada 2021 telah mendampingi, Kelompok Tani Ma'e, Aeeldari produksi bibit hingga panen.

Bahtiar, mendorong, hasil panen perdana Sorgum varietas Super I ini, difokuskan untuk produksi bibit. "Jadi saya bilang, jangan dimakan dulu, ini untuk benih sumber," kata Bahtiar.

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila, Tempat-tempat Bersejarah di Ende Sepi, Gedung Imaculata Menakutkan

Bahtiar menyebut di tahun 2021 ini juga, Pemerintah Kabupaten Ende membutuhkan banyak benih sumber.

"Tahun ini saja mau ditanam di 200 hektar, itu programnya Dinas. Tahun depan kemungkinan 250 hektar, bisa lebih," ungkapnya.

Dia katakan, sebelumnya, benih sumber Sorgum Varietas Super I diambil dari Kabupaten Flores Timur.

Oleh karena itu, menurut Bahtiar, pasca panen perdana ini, benih sumber tidak perlu diambil dari luar Ende.

Bahtiar menerangkan, Sorgum merupakan tanaman yang unik, karena mampu beradaptasi di berbagai macam lahan, termasuk pada lahan yang tanaman lain tidak bisa tumbuh.

Dia mengatakan, pengembangan Sorgum bukan untuk menggantikan tanaman pangan lain, tetapi lebih diarahkan untuk dikembangkan di lahan yang tidak subur.

"Jadi terus kembangkan, karena Sorgum ini, tanaman yang bagus untuk pangan. Nah varietas Super, itu kepanjangannya, Sorgum Untuk Pangan Rakyat," ungkapnya.

Baca juga: Delapan Peserta Didik SMPK Frateran Ndao Ende Lolos Kompetisi Sains Nasional

Bahtiar menegaskan, untuk mengembangkan suatu komiditi harus butuh koordinasi dan kerja sama lintas sektor.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved