Breaking News:

PON Papua

Agnes Cofitalan Tersingkir di Taekwondo

Satu-satunya taekwondoin NTT yang ikut PON XX Papua 2021 langsung tersingkir di pertandingan pertamanya

Penulis: Sipri Seko | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/SIPRI SEKO
Agnes Cofitalan didampingi pelatih taekwondo NTT, Hary Daniel dan manager, Fransisco Bessie pose bersama sebelum pertandingan di GOR Politeknik Penerbangan, Papua, Senin 4 Oktober 2021. 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA -  Satu-satunya taekwondoin NTT yang ikut PON XX Papua 2021 langsung tersingkir di pertandingan pertamanya. Dalam pertandingan di GOR Politeknik Penerbangan, Jayapura, Papua, Senin 4 Oktober 2021, Agnes langsung kalah.

Melawan atlet Riau, Agnes sebenarnya berhasil mengimbangi lawannya di ronde pertama dan kedua. Keduanya saling berebut perolehan poin. Pelatih NTT, Hary Daniel terus memberikan motivasi dan arahan kepada Agnes yang terlihat masih ragu untuk menyerang lawannya. Hal ini juga mungkin karena Agnes yang masih belia ini kalah jam terbang dari lawannya.

Lawannya memanfaatkan kelengangan Agnes di ronde ketiga. Agnes mengandalkan kaki, sedangkan lawannya menggunakan pukulan untuk meraup poin. Saat Agnes menendang, pertahannnya terbuka. Hal ini dimanfaatkan lawannya dengan melakukan counter lewat pukulan yang masuk sangat telak. Berturut-turut, Agnes yang nampak sudah kehabisan stamina diberondong dengan pukulan yang terus meraup poin.

Agnes pun harus mengakui keunggulan lawannya dengan skore 18-23. Agnes tersingkir sedangkan lawannya lolos ke babak semifinal.

Baca juga: NTT Langsung Turunkan Empat Petinju PON XX Papua 2021

Manager Taekwondo NTT, Fransisco Bessie seusai pertandingan mengaku sempat semangat ketika Agnes bermain bagus di ronde pertama dan kedua. Namun di ronde ketiga, ujarnya, Agnes tidak mampu menjalankan strategi pelatih sehingga lawan dengan mudah mendapatkan poin.

"Agnes kalah jam terbang. Padahal di ronde pertama dan kedua sudah berhasil dan dia hampir pasti menang. Namun namanya pertandingan, apapun hasilnya kita harus terima," kata Fransisco.

Dia mengatakan, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Pengprov TI NTT untuk lebih mempersiapkan atletnya. Dia berharap, pada PON 2024 nanti, taekwondo lebih siap, bukan hanya dengan meloloskan banyak atlet, tapi juga berkualitas.

Walau kalah, kata Fransisco, Agnes masih punya masa depan. Atlet ini masih sangat muda, yakni berusia 19 tahun. Dengan hasil ini, Agnes bisa berbenah dan kembali diproyeksikan untuk tampil di PON berikutnya.

Baca juga: DKI Jakarta Masih Ungguli Tuan Rumah Klasemen Sementara Medali PON XX Papua 2021

Wagub NTT, Josef Nae Soi yang juga Chief de Mission (CdM) Kontingen NTT yang menyaksikan langsung menonton, usai pertandingan langsung menghampiri Agnes dan memotivasi untuk tidak berputus asa. Josef meminta Agnes untuk terus berlatih mempersiapkan diri pada ajang serupa di waktu mendatang.

“Kamu jangan putus asa, teruslah berjuang. Kamu masih muda-muda, teruslah berlatih. Suatu saat nanti saya yakin kamu akan berprestasi. Jangan menyerah, tetap tekun berlatih, kita mendukung,” kata Josef Nae Soi.

Laga itu juga disaksikan Ketua Umum KONI NTT, Andre W. Koreh, Kadispora Hilda Bria Seran, Bupati Ngada, Paru Andreas dan supporter dari Paguyuban Flobamora Papua.   (eko)

Berita PON Papua Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved