PON XX Papua
Ini Daftar Tujuh Venue PON XX Papua akan Diresmikan Presiden Jokowi, Semua Berstandar Internasional
Beberapa venue Pekan Olahraga Nasional (PON) di Provinsi Papua yang akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menteri Pekerjaan Um
POS KUPANG.COM - Beberapa venue Pekan Olahraga Nasional (PON) di Provinsi Papua yang akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan ada sebanyak tujuh venue yang akan diresmikan.
Selain itu, Basuki Hadimuljono mengatakan, semuanya dapat digunakan untuk pertandingan berstandar internasional.
"Terdapat tujuh venue PON XX yang akan diresmikan Bapak Presiden dan semuanya dapat digunakan untuk pertandingan berstandar internasional," kata Basuki dalam keterangannya, Jumat (01/10/2021).
Ketujuh venue PON Papua yang dibangun dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR yakni venue Akuatik dan Istora Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.
Baca juga: Kempo NTT Optimis Raih 6 Medali Emas PON XX Papua 2021
Lalu venue Cricket dan Lapangan Hoki (Indoor dan Outdoo
r) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu.
Selanjutnya terdapat tiga venue tambahan yaitu arena Sepatu Roda, Dayung, dan Panahan.
Basuki menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Balai di lingkungan Kementerian PUPR di Provinsi Papua yang telah bekerja keras bersama mitra kerja dalam menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur tersebut.
Menyikapi Kelebihan Pasokan Ruang Perkantoran
Selain venue PON, terdapat infrastruktur lainnya yang telah selesai dibangun dan secara resmi beroperasi.
Baca juga: Info Sport, Siap Buka PON XX Papua 2021, Ini Jadwal Presiden Jokowi Begitu Tiba di Jayapura
Infrastruktur tersebut yaitu 15 tower rumah susun (rusun) yang dimanfaatkan sebagai tempat tinggal atlet dan official.
Pembangunan 15 tower rusun telah dimulai sejak 2018 dengan total anggaran senilai Rp 299 miliar yang tersebar di Kabupaten Jayapura lima tower, Kota Jayapura lima tower, dan Kabupaten Merauke lima tower, dengan total kapasitas 2.000 orang.
Tak hanya itu, dibangun juga Jembatan Youtefa serta Monumen Kapsul Waktu dan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Basuki menegaskan, capaian penyelesaian sarana dan prasarana PON Papua tidak bisa diwujudkan dari hasil kerja satu orang maupun satu unit organisasi (unor), melainkan kerja sama tim yang melibatkan banyak pihak.