Breaking News:

Berita TTS

Kuota Ekspor Sapi Kabupaten TTS  Alami Penurunan

sensus ternak terakhir dilakukan pada tahun 2009. Pada tahun 2020 lalu, pihaknya sempat mengalokasikan anggaran untuk melakukan sensus

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/DION KOTA
Sekertaris Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Grace Fallo 

Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE -- Kuota ekspor sapi kabupaten TTS tahun 2021 yang ditetapkan Propinsi NTT mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2020.

Pada tahun 2020, kuota ekspor sapi Kabupaten TTS sebanyak 18.000 ekor turun menjadi 17.750 ekor di tahun 2021.

Sekertaris Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Grace Fallo kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 29 September 2021 mengatakan, sesuai SK penetapan kuota ekspor yang ditetapkan Pemprov NTT, kuota ekspor sapi kabupaten TTS mengalami penurunan.

Ada beberapa kriteria yang mempengaruhi penentuan kuota ekspor yaitu, polulasi tahun sebelumnya, ternak sapi yang lahir tahun ini (baik secara alami maupun IB), kasus kematian sapi dan perhitungan pemotongan RPH.

Baca juga: Ketua BPD Obesi TTS Minta Pekerjaan Jalan Rabat Menggunaan Konstruksi Telford

"Penyebab pasti penurunan kuota ekspor kita saya kurang tahu persis ya. Tapi ada beberapa kriteria yang mempengaruhi penentuan kuota ekspor sapi," ungkap Grace kepada POS-KUPANG.COM.

Dari kuota ekspor 17.750 ekor lanjut Grace, sebanyak 15.465 ekor sapi sudah dikirim ke luar. Sedangkan sisanya 2.285 ekor menunggu permintaan dari pengusaha untuk dikirimkan.

"Kuota ekspor kita yang belum dikirim tersisa 2.285 ekor. Kita menunggu permintaan dari pengusaha untuk mengirimkan sisa kuota," jelasnya.

Ditanya terkait populasi sapi di kabupaten TTS, Grace menjelaskan sesuai estimasi jumlah populasi ternak  sapu sebanyak 210.000 ekor.

Baca juga: Kadis PMD TTS : Kades dan Perangkat Desa Dukung Fatumnasi Dalam Ajang API

Dirinya mengakui, sensus ternak terakhir dilakukan pada tahun 2009. Pada tahun 2020 lalu, pihaknya sempat mengalokasikan anggaran untuk melakukan sensus namun Anggaraan tersebut terkena refokusing.

"Data sensus terakhir kita pada tahun 2009 lalu. Kita sempat mengalokasikan anggaran untuk sensus di tahun 2020, tapi anggarannya terkena refokusing," pungkasnya. (*)

Berita TTS Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved