PON Papua

Kotingen PON Jangan Sampai Ketakutan

TNI dan Polri memastikan pengamanan maksimal pelaksanaan PON XX Papua, guna memberikan rasa aman kepada kontingen-kontingen yang bertanding

Editor: Kanis Jehola
istimewa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 

POS-KUPANG.COM- TNI dan Polri memastikan pengamanan maksimal pelaksanaan PON XX Papua, guna memberikan rasa aman kepada kontingen-kontingen yang bertanding.

Menurut Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, setidaknya 21.268 personel gabungan dari TNI-Polri telah dikerahkan untuk menangkal gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal tersebut diungkapkan Kapolri dalam rapat koordinasi (rakor) kesiapan pengamanan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua, bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu 29 September 2021.

Dalam pengarahannya, Sigit menekankan seluruh personel TNI-Polri untuk melakukan upaya antisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Terutama di wilayah dan venue yang menyelenggarakan PON tersebut.

Baca juga: Dorongan Sang Kekasih, Atlet Dayung Stevani Ibo Raih Medali Emas PON XX Papua

"Laksanakan betul pengamanan. Apalagi pada saat 2 Oktober nanti Pak Presiden datang dan kemudian laksanakan Open Ceremony, ini menjadi catatan yang harus kami laksanakan," kata Sigit.

Sigit menyatakan, pengamanan maksimal dari TNI-Polri saat pelaksanaan PON XX di Papua, juga dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada kontingen-kontingen yang bertanding.

"Para atlet yang melaksanakan kegiatan pertandingan jangan merasa terancam, mereka tidak boleh ketakutan," ujarSigit.

Selain pengamanan, mantan Kapolda Banten ini juga meminta personel TNI, Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk memastikan penguatan pengawasan protokol kesehatan (prokes). Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan laju pertumbuhan Covid-19.

Baca juga: KOntingen NTT Unjuk Gigi di PON XX Papua, Cricket Lolos Ke Semifinal Nomor Super Eight

"Kemudian, terkait dengan protokol kesehatan yang harus kami laksanakan terutama rekan-rekan yang ada di dalam venue, pastikan terkait penggunaan masker. Masker harus disiapkan, yang terlihat tidak membawa masker maka diberikan masker," ucap eks Kabareskrim Polri itu.

Sigit memaparkan, mengenai jumlah penonton, pemerintah sudah menetapkan hanya 25 persen masyarakat yang diperbolehkan menyaksikan pertandingan secara langsung dan sudah mendapatkan vaksin dua kali. Sebab itu, pengaturan di lapangan harus disiapkan.

Di antaranya, sambung Sigit, dengan memasang aplikasi PeduliLindungi dan menyiapkan ruang-ruang karantina sementara bagi masyarakat.

Menurut Sigit, alur dari penanganan warga yang dinyatakan terpapar virus corona harus disiapkan, mulai dari ruang isolasi sementara, kemudian proses menuju fasilitas kesehatan hingga pelayanan karantina.

Lebih dalam, Sigit berharap, Pemda dibantu TNI dan Polri harus terus mengejar percepatan vaksinasi di Papua. Pasalnya, sudah disiapkan gerai vaksinasi di venue yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sigit menyampaikan, strategi pengendalian Covid-19 harus tetap diterapkan di tengah pelaksanaan PON ke-XX di Papua.

"Ketika PON XX Papua dilaksanakan akan ada 25.000 orang yang datang ke Papua. Diperlukan strategi pengendalian agar jangan sampai lonjakan kasus dan menyebarkan Covid-19 kedalam dan keluar Papua," kata Sigit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved