KKB Papua

Brigjen Lamek Taplo Berulah Lagi, Nekad Serang Satgas Nemangkawi, Satu Anak Buah Tewas Di Tempat

Brigjen Lamek Taplo, salah satu pemimpin kelompok kriminal bersenjata di Papua berulah lagi, Rabu 29 September 2021. Nekad serang Satgas Nemangkawi.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
anak buah KKB NGalum Kupel pimpinan Brigjen Lamek Taplo menyerang lagi pos keamanan di Distrik Kiwirok, Rabu 29 September 2021 pagi. Dalam serangan itu tak ada personel TNI Polri yang terluka. Tapi salah seorang anak buahnya tewas di tempat terkena tembakan Satgas Nemangkawi. 

POS-KUPANG.COM – Brigjen Lamek Taplo, salah satu pemimpin kelompok kriminal bersenjata di Papua berulah lagi, Rabu 29 September 2021.

Dalam insiden di Distrik Kiwirok itu, seorang anak buah Lamek Taplo tewas di tempat, terkena tembakan personel Satgas Nemangkawi.

Hal ini diungkapkan Direskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani.

“KKB Papua menyerang pos keamanan di Kiwirok pagi tadi (Rabu 29 September 2021),” ujarnya.

Dalam serangan mendadak tersebut, tak satu pun personel TNI Polri yang terluka.

Namun ketika aparat TNI Polri melakukan serangan balik, satu anak buah Lamek Taplo meninggal dunia.

"Mereka menyerang pos dan saat kita hantam mereka, dipastikan satu tewas," tandas Faizal Ramadhani.

Situasi keamanan di Distrik Kiwirok sesungguhnya telah terganggu sejak 13 September 2021 lalu.

Dalam peristiwa tersebut, KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo, terlibat baku tembak dengan aparat keamanan.

Baca juga: Komnas HAM Papua Selidiki Serangan KKB Papua di Posramil Kisor Maybrat

Saat itu seorang anggota TNI terkena tembakan di bagian tangan.

Sedangkan komandan operasi Ngalum Kupel, Elly M Bidana tewas, dan dua anggota  lainnya terluka.

Namun setelah kontak senjata tersebut, Lamek Taplo dan anak buahnya malah nekad masuk Kiwirok dan membakar sejumlah fasilitas umum di kota itu.

Fasilitas umum yang dibakar itu, antara lain Gedung SD Kiwirok, Pasar Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Kiwirok, Puskesmas Kiwirok dan beberapa rumah penduduk.

Bahkan di Puskesmas Kiwirok, anak buah Lamek Taplo melakukan tindakan yang amat biadab terhadap para tenaga kesehatan yang mengabdi di tempat itu.

Suster Gabriela Meilani malah diperlakukan secara semena-mena lalu dibuang ke dasar jurang sehingga ia tewas mengenaskan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved