Berita Sumba Barat
Stok BBM Habis, Pedagang Minta Pemerintah Bijaksana Sikapi Kehadiran Pedagang Eceran
Stok BBM Habis, Pedagang Minta Pemerintah Bijaksana Sikapi Kehadiran Pedagang Eceran
Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Hari ini, Senin 27 September 2021, stok bahan bakar minyak ( BBM) didua stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU) di km 2 dan di km 3 Kota Waikabubak, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat kosong.
Akibatnya warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga cukup mahal yakni Rp 10.000/setengah botol atau Rp 20.000 /botol.
Sony dan Ivon, dua warga Kelurahan Mailiti, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat yang ditemui POS-KUPANG.COM di km 6 ke arah barat Kota Waikabubak, Sumba Barat, Senin 27 September 2021 pagi mengatakan, semula ingin mengisi BBM di SPBU km 2 namun karena kosong maka keduanya memutuskan mengisi BBM di SPBU km 3 karena ingin berangkat ke Weetabula, Sumba Barat Daya.
Namun keduanya terpaksa membeli BBM pertamax eceran dengan harga Rp 20.000/ botol karena BBM di SPBU km 3 kosong pula. Minimal pergi pulang menghabiskan 2 botol seharga Rp 40.000.
Baca juga: Begini Pasokan Kebutuhan Premium dan Pertalite di SPBU 54856.01 Kota Kefamenanu
Keduanya meminta pemerintah jangan hanya membatasi pengisian premium yakni sepeda motor Rp 20.000 dan mobil Rp 30.000. Tetapi batasi pula pengisian BBM Pertamax agar tidak terjadi antrean panjang sebagaimana terjadi selama sebulan lebih ini.
Dulu, biasanya antrean panjang kendaraan mengisi premium. Setelah pemerintah membatasi pengisian premium maka terjadi antrean panjang pengisian pertamax.
Mestinya pemerintah membatasi keduanya baik premium maupun pertamax agar tidak terjadi antrean panjang sekaligus mengurangi kehadiran pedagang BBM eceran.
Sebab kalau pemerintah hanya membatasi pengisian premium maka pedagang BBM eceran terus marak bermuncul di wilayah ini.
Baca juga: Antrian Panjang di Jalan Masuk SPBU Tapi Flores Timur Tidak Krisis BBM
Sementara itu sejumlah pedagang BBM eceran meminta pemerintah bijaksana menyikapi kehadiran pedagang BBM eceran di daerah itu.
Apalagi berada pada suasana sulit seperti sekarang akibat pandemi virus corona. Para pedagang berjualan BBM eceran hanya mendapat untung sedikit demi mempertahankan hidupnya.
Sekarang ini, susah cari kerja. Bagaimana bisa hidup, kalau pemerintah melarang berjualan bbm. Mungkin ini hanya sementara waktu saja sambil menunggu suasana kembali normal maka akan mencari pekerjaan lain. (*)
Baca Berita Sumba Barat Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/stok-bbm-habis-pedagang-minta-pemerintah-bijaksana-sikapi-kehadiran-pedagang-eceran.jpg)