Pembunuhan Yoris

Jenasah Yoris Dimakamkan Hari Ini

Sejak kecil Yoris ikut bersama keluarganya merantau di Kalimantan dan baru setahun kembali ke Sikka.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
PK/IST
Polsel Bola sedang mendatangi rumah warga yang menggelar pesta sambut baru guna melakukan olah TKP kasus tindak pidana meninggalnya Yoris di jalan raya Desa Ipir, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE--Hari ini, sekira pukul 10.00 wita, jenasah Yoris, remaja 17 tahun asal Dusun Habibola, Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka akan dimakamkan keluarganya.

Proses pemakaman Yoris tanpa dihadiri ayahnya. Pasalnya sang ayah sedang dalam perjalanan dari Kalimantan ke Sikka.

Sang ayah selama ini bekerja di Kalimantan guna menghidup keluarganya tidak bisa mengantar anak sulung menghadap Sang Maha Kuasa melalui acara pemakaman.

“Rencananya, jam 10 pagi ini dimakamkan karena kondisi jenasah sangat tidak memungkinkan menunggu kedatangan ayahnya dari Kalimantan. Kalau pun tiba pun ayahnya tidak bisa mengikuti penguburan. Maka itu, keluarga akan mengadakan acara penguburan pagi ini jam 10 pagi,” kata Kades Waihawa, Julius kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Selasa, 28 September 2021 pagi.

Baca juga: Anak Terima Beasiswa, Penjual Sayur di Sikka Ini Bahagia

Ia mengatakan, Yoris adalah anak pertama dan ia memilikki seorang adik perempuan.

Selama ini, Yoris dan keluarganya tinggal di Galit, Kecamatan Mapitara. Mereka baru setahun kembali ke Sikka lalu baru sebulan tinggal di Habibola karena sudah memilikki rumah dan ibunya adalah warga Habibola.

Sang ayah masih di Kalimantan dan bekerja di perusahaan kelapa sawit. Sejak kecil Yoris ikut bersama keluarganya merantau di Kalimantan dan baru setahun kembali ke Sikka.

Pada Minggu, 26 September 2021 malam Yoris yang pergi ke tempat pesta sambut baru di Desa Ipir diduga dibunuh lalu ia ditemukan tergeletak di jalan raya.

Baca juga: Anak Terima Beasiswa, Penjual Sayur di Sikka Ini Bahagia

Pelaku yang melakukan tindak pidana pada Yoris pun masih misterius dan dalam proses penyelidikan Polsek Bola.

Penyebab Yoris Tewas Mengenaskan

Korban Yoris yang meregang nyawa di jalan raya Desa Ipir, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka saat menghadiri pesta sambut baru sempat dinasehati oleh beberapa temannya dari Umauta.

Korban sempat diberitahu agar hati-hati kalau berjoget yang sopan.

Namun rupannya ketika di dalam tenda pesta ada yang tersinggung dan salah paham hingga berujung pada adanya perkelahian antar korban dan para pelaku.Korban dan para sempat berkelahi.

Akan tetapi korban yang memilikki kemampuan bela diri tidak bisa dikalah.

Rupanya, ada salah satu pelaku yang membawa pisau lalu menghajar korban persis di pinggang.Akan tetapi Yoris sempat berusaha menyelamatkan diri.

Ia sempat keluar dari tenda pesta dan mau berusaha mencari perlindungan.

Akan tetapi karena terlalu banyak darah yang keluar hingga ia terjatuh sekitar 20 meter dari tempat acara.

"Di lokasi ada titik darah dari rumah korban ikut acara hingga ia terkapar di jalan. Jadi, kami lihat titik darah menetes dari tempat acara sampai korban jatuh. Kemungkinan korban mau berusaha lari tapi tidak bisa karena darah mengalir cukup banyak," ujar Anggota Polres Sikka yang turun ke TKP dan ikut menginterogasi saksi kepada wartawan di Mapolres Sikka, Selasa, 28 September 2021 siang.

Awalnya, ada perkelahian dan korban sempat mengatasi perkelahian itu karena memilikki keahlian bela diri.

Lalu ada pelaku yang menikam di pinggang.

"Makanya, ada tiga pelaku yang akan jadi tersangka. Untuk 5 orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan," ujar Anggota Polres Sikka yang turun ke TKP dan ikut menginterogasi saksi kepada wartawan di Mapolres Sikka, Selasa, 28 September 2021 siang.

Ia menjelaskan,korban dari hasil olah TKP masih mau menyelamatkan diri dengan berusaha kabur dari TKP pertama tapi rupanya luka yang ia alami cukup serius.

Apalagi darah di lokasi yang ditemukan cukup banyak dan jatuh sepanjang jalan dari TKP pertama sampai ke TKP kedua korban ditemukan terkapar di jalan.

Para pelaku dan lima orang saksi yang diamankan, ujarnya, juga ada di tempat pesta. Mereka berasal dari Kecamatan Hewokloang.

"Kuat dugaan ada ketersinggungan dan salah paham hingga terjadi peristiwa pidana," ujarnya. (*)

Berita Sikka Terkini

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved