Berita Ngada

Pelajar 17 Tahun di Ngada Setubuhi Siswi SD 8 Tahun

Seorang pelajar SMA di salah satu kecamatan di Kabupaten Ngada berinisial YBW (17) diduga melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Ray Artika 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, BAJAWA-Seorang pelajar SMA di salah satu kecamatan di Kabupaten Ngada berinisial YBW (17) diduga melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Korban adalah VMN (8) yang masih berstatus sebagai siswi sekolah dasar.

Kasus tersebut terjadi sejak bulan Maret 2020 lalu dan baru diketahui oleh keluarga korban baru-baru ini sehingga pihak keluarga korban langsung melaporkan ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu I Ketut Ray Artika membenarkan hal itu kepada Pos Kupang, Kamis 23 September 2021.

Iptu Ray mengungkapkan, kronologis kejadian bermula ketika pada Maret 2020, tersangka YBW yang masih berstatus keluarga dekat korban (korban memanggil pelaku om, red) datang ke rumah orangtua korban.

Namun saat itu, ibu korban tidak berada dirumah. Sedangkan ayah korban merantau ke Kalimantan sehingga yang ada di rumah tersebut hanya korban dan tersangka saja.

Karena tidak ada ibu korban, tersangka langsung mengajak korban untuk tidur di kamar, lalu tersangka menggendong korban dan masuk ke dalam kamar milik ibu korban dan membaringkan korban diatas tempat tidur.

Setelah itu, tersangka membuka celana korban sampai ke lutut, lalu tersangka menindis korban dari atas dan menggosokkan kelamin tersangka ke kelamin korban.

Sesekali tersangka memaksakan kelaminnya untuk masuk ke dalam kelamin korban sampai air sperma tersangka keluar.

Puas melampiaskan nafsu birahinya kepada korban, tersangka kemudian memakaikan kembali celananya dan memakaikan juga celana milik korban.

"Tersangka mengancam korban apabila korban menceritakan hal itu ke mama korban maka tersangka akan memukili korban sehingga korban takut," ujarnya.

Iptu Ray menambahkan, sejak kejadian pertama tersebut, pelaku sering melakukan perbuatannya dengan korban dan terakhir pada bulan Februari 2021. (*)

Baca Berita Ngada Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved