Berita NTT

Gubernur NTT Minta Lembaga Keuangan Investasi Alsintan

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, meminta lembaga jasa keuangan di NTT untuk menggerakan perekonomian melalui sektor pertanian

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan arahan di rapat triwulan II FKLJK NTT. 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, meminta lembaga jasa keuangan di NTT untuk menggerakan perekonomian melalui sektor pertanian. Untuk itu, dia mengarahkan lembaga jasa keuangan bisa membantu petani melalui alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dalam arahannya di rapat triwulan II, Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) NTT, Rabu 22 September 2021 malam, gubernur mengatakan, masalah terbesar dalam mendongkrak pertanian yang modern di NTT adalah kekurangan alat pertanian di petani.

Viktor menerangkan, untuk mengolah lahan yang luas dibutuhkan alat pertanian untuk mendukung itu. Alat pertanian dioperasikan sejak pengolahan lahan hingga pasca panen. Hal ini untuk mempercepat dan lahan itu bisa kembali digunakan menanam tanaman lain yang membutuhkan sisa air dalam lahan.

"Tanah di NTT habis panen itu masih lembab jadi masih bisa dilanjutkan atau airnya masih tersedia untuk kita lanjutkan ke tanam kedua. Panen paling tinggi dua Minggu, kalau pake mesin," katanya.

Baca juga: Ini Pesan Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nae Soi Saat Buka Dialog FKUB

Alat pertanian yang dimiliki dinas pertanian provinsi saat ini hanya 82 unit. Jika, lanjut Viktor, dianggap luas lahan di NTT 4 juta hekar dan lahan produktif sebanyak 2 juta hektar, otomatis pekerjaan untuk mendorong pertanian bisa membantu perekonomian akan sangat susah.

Menurutnya, dengan investasi di alat pertanian, maka pemberi modal dari lembaga keuangan ini bisa mengurangi resiko pengembalian ketimbang memberi pinjaman berupan bahan lain yang potensi kerugian dialami bank sangat tinggi.

Lebih jauh, politis NasDem ini menjelaskan, pemprov NTT akan menyediakan pupuk dan benih bagi petani. Sementara lembaga jasa keuangan bisa memberikan saham melalui alat pertanian bagi petani.

Untuk itu, Viktor menekankan lembaga jasa keuangan bisa merubah pola pikir petani untuk modern dengan mengivestasikan alat pertanian ini. Pertumbuhan di NTT 10-12 persen, menurut Viktor, merupakan sumbangan dari kelompok besar bukan kelompok kecil seperti pertanian.

Baca juga: Gubernur NTT Sebut NU Sebagai Organisasi Kebangsaan

"Kita cek dulu, kalau pertumbuah itu datang dari investasi kelompok besar dan tidak berdampak langsung pada majoritas, maka tensinya akan semakin besar," katanya.

Viktor menegaskan untuk perbankan bisa lebih berani melakukan akselrasi perkereditan bagi petani terutama pada alat pertanian. Potensi air yang cukup di beberapa titik, menurut dia bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian.

Viktor juga menyebut, selain membantu alat pertanian, lembaga keuangan juga bisa membantu petani melalui off-taker atau investor untuk membeli hasil yang telah dipanen. Lembaga keuangan bisa menggandeng off-taker dalam mengivestasikan alat pertanian.

"Jangan masuk di jagungnya, nanti kalau kena hama semua bapak ibu susah. Resikonya tinggi. Tapi kalau investasi di alat berat, dia tidak kemana-mana, dia ada disitu, dan bisa diambil," jelasnya.

Selain di alat pertanian, gubernur juga menjelaskan, lembaga perbankan bisa melakukan perencanaan dalam koperasi. Dengan begitu, rantai ekonomi dari sektor pertanian bisa berkembang lebih cepat.

Mersepon hal ini, ketua FKLJK NTT, Alexander Riwu Kaho, mengatakan ia bersama lembaga keuangan dan dinas terkait akan melakukan rapat dalam waktu dekat ini untuk membuat rencana khsusus terkait dengan arahan dari gubernur ini.

Setelah rapat itu, Alex menyebut pihaknya akan mengundang off-taker untuk berkolaborasi dan menemukan formula yang tepat dalam mempercepat rencana ini. Direncanakan musim penghujan tahun ini bisa dikerjakan.

"Jadi ada dua hal penting yang direkomendasikan yaitu mekanisasi dan industrialisasi pertanian," tutupnya. (*)

Baca Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved