Berita Malaka
Bupati Simon Nahak : Petani Belum Berani Menanam
Khusus di Malaka memang ada wilayah tertentu sudah turun hujan tetapi belum bisa dipastikan petani mulai menanam.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN--Sebagian wilayah Kabupaten Malaka saat ini mulai diguyur hujan. Walaupun sudah hujan namun petani belum berani menanam padi maupun jagung.
Petani menilai hujan yang ada belum memasuki musimnya sehingga resiko tidak tumbuh bibit maupun tumbuhpun bakal mati.
Hujan yang ada saat ini dinilai petani sebagai hujan yang membawa bibit penyakit.
Hal ini disampaikan petani yakni Alex N Bria, Antoni Bere yang ditemui secara terpisah, Rabu 22 September 2021.
Alex menuturkan, hujan yang mengguyur beberapa wilayah Malaka memasuki Oktober memang setiap tahun terjadi.
Hujan yang turun secara sporadis ini belum bisa dijadikan patokan para petani untuk menanam bibit tanaman padi dan jagung.
Baca juga: Kapolsek Weliman, Wilayah Hukum Polres Malaka Dimutasi ke Polres Sikka
Biasanya, tutur Alex, hujan yang turun secara terus menerus baru pada akhir November ataupun Desember.
Saat itulah baru petani berani menanam bibit tanaman jagung dan padi.
"Kalau hujan sekarang ini biasa orang istilahkan musim penyakit seperti batuk, pilek. Atau biasanya musim mangga berbuah. Jadi kalau mau tanam sekarang resiko besar bibit tanaman tidak tumbuh ataupun tumbuh juga tidak subur," tutur Alex.
Hal senada juga disampaikan Antoni Bere petani asal Malaka Barat. Dia menjelaskan bahwa petani saat ini belum berani menanam walaupun hujan mulai turun. Daerah Malaka diakui Antoni memiliki tiga musim tanam tetapi petani tidak terburu-buru menanam.
"Petani yang punya traktor sudah mulai garap lahan untuk persiapan musim tanam. Tapi rata-rata petani di Malaka Barat biasanya tanam sekitar Desember. Sekarang ini hujan belum stabil," katanya.
Bupati Malaka, Simon Nahak menegaskan, memang saat ini masih terjadi kekeringan di beberapa wilayah di NTT.
Baca juga: DPC Demokrat Malaka Harga Mati Dukung Jeriko Pimpin Demokrat NTT
Khusus di Malaka memang ada wilayah tertentu sudah turun hujan tetapi belum bisa dipastikan petani mulai menanam.
Dijelaskan Bupati Malaka bahwa terkait program swasembada pangan yang telah dicanangkan maka lahan-lahan yang ada membutuhkan air. Untuk itu pola yang dilakukan tentu mengoptimalkan segala kemampuan agar kebutuhan air tercukupi sambil menunggu musim hujan sesungguhnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-simon-nahak-ok-de.jpg)